IHSG Berpeluang Uji Level 8.500, Saham Bluechip jadi Magnet Investor
IHSG berpotensi uji level 8.500 didukung perbaikan ekonomi dan stimulus BI. Saham bluechip menarik investor, terutama sektor konsumer, keuangan, dan energi.
IHSG berpotensi uji level 8.500 didukung perbaikan ekonomi dan stimulus BI. Saham bluechip menarik investor, terutama sektor konsumer, keuangan, dan energi.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.394,59 pada 3-7 November 2025. Sektor infrastruktur dan energi memimpin penguatan, sementara properti melemah.
Saham RISE melonjak 753% YtD karena rencana rights issue, berpotensi menggalang Rp9,7 triliun untuk pengembangan proyek dan pelunasan pinjaman.
IHSG turun 0,77% ke 8.061 Muamalat.co.id sell asing Rp1,70 triliun. Saham BBCA, BBRI, dan ANTM jadi sasaran jual utama. Koreksi dipicu tekanan jual dominan.
Prospek properti 2026 cerah berkat diskon PPN dan likuiditas bank, mendukung pertumbuhan pre-sales meski ada risiko NPL. CTRA, PWON, SMRA, BSDE direkomendasikan.
Saham BSDE mencatatkan reli didorong sentimen kinerja fundamental, penerbitan obligasi, hingga sentimen rencana pembangunan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong.
IHSG menguat 0,87% ke 7.926,90 pada 25/8/2025. Saham BBKP, LPKR, dan COIN memimpin kenaikan, masing-masing naik 34,92%, 34,34%, dan 24,61%.
Pemangkasan suku bunga BI memicu optimisme di sektor properti. Saham CTRA, BSDE, dan PWON direkomendasikan beli oleh sejumlah analis.
Pemangkasan BI Rate 25 bps ke 5% memicu lonjakan saham properti hingga dobel digit, dengan ASRI dan LPKR naik lebih dari 10% pada Agustus 2025.
Saham properti dan konsumer naik setelah BI turunkan suku bunga jadi 5%, mendorong IHSG menguat 1,03% ke 7.943,83 pada 20 Agustus 2025.