KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan kontribusi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 72% hingga akhir 2025.
Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kontribusi pada tahun sebelumnya yang berada di level 56%.
Meski mengalami lonjakan, Mahendra menilai kontribusi pasar saham domestik masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara Asia lainnya.
Ia menyebut kontribusi pasar saham di India telah mencapai 140% terhadap PDB, disusul Thailand sebesar 101% dan Malaysia 97%.
Hari Ini (2/1) Bursa Saham BEI Buka Usai Libur, Saham Pembayar Dividen Mulai Cum Date
“Artinya potensi pengembangan (pasar saham) masih lebih besar lagi,” kata Mahendra dalam acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026.
Selain itu, Mahendra juga menerangkan porsi transaksi investor ritel meningkat pesat dari 38% di akhir tahun 2024 menjadi 50% hingga tahun 2025. Proporsi ini dinilai sangat besar dibandingkan negara-negara lainnya yang lebih mengandalkan investor institusional.
Kondisi ini, lanjut Mahendra, semakin menegaskan urgensi penguatan aspek perlindungan investor, termasuk upaya pencegahan praktik transaksi tidak wajar, aksi goreng saham, serta berbagai bentuk manipulasi pasar lainnya.
Di sisi lain, penguatan literasi dan edukasi pasar modal yang lebih masif, terarah, dan berkualitas juga menjadi krusial.
IHSG Cetak Sejumlah Rekor, Investor Menanti Kehadiran Presiden di Pembukaan BEI 2026
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan partisipasi investor yang sehat dan berkelanjutan, terutama di tengah dominasi investor ritel yang lebih dari 70% berasal dari generasi Y dan Z.
Ia berharap pasar saham tidak hanya dipandang sebagai sarana transaksi harian untuk mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan sebagai sumber pendanaan jangka menengah dan panjang guna meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat.