RADARBISNIS – Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,72 persen ke level 8.948,303, naik 63,579 poin, setelah sepanjang hari bergerak dalam rentang fluktuasi tajam.
Pembukaan indeks sebenarnya cukup menjanjikan di 8.931,242. Namun tekanan jual sempat menyeret IHSG turun hingga titik terendah 8.841,018.
Tekanan itu tak bertahan lama. Menjelang penutupan, indeks berbalik menguat dan sempat menyentuh level tertinggi 8.956,727, menandakan adanya minat beli yang kembali masuk ke pasar.
Perdagangan Ramai, Tapi Pasar Masih Berimbang
Aktivitas transaksi tergolong padat. Volume perdagangan mencapai 62,923 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 33,544 triliun dan frekuensi 3.805.286 kali.
Namun, struktur pasar menunjukkan kondisi yang masih rapuh. Saham yang menguat tercatat 348 emiten. Sementara 327 saham melemah dan 131 saham stagnan.
Artinya, penguatan indeks belum sepenuhnya merata, masih ditopang saham-saham tertentu dengan kapitalisasi besar.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp 16.283,917 triliun, mencerminkan daya tahan pasar di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya kondusif.
Hijau Lebih Banyak, Tapi Belum Dominan
Dalam catatan 30 hari terakhir, IHSG mencatat 10 hari penguatan dan 8 hari pelemahan. Secara kumulatif, indeks masih membukukan kenaikan 287,803 poin atau 3,31 persen.
Namun data ini juga menyiratkan satu hal penting: laju kenaikan tidak berlangsung mulus. Volatilitas masih tinggi, dan sentimen pasar cenderung sensitif terhadap arus dana jangka pendek.
Kinerja Menengah Masih Jadi Pegangan
Jika ditarik ke rentang waktu lebih panjang, IHSG masih menunjukkan performa yang solid. Dalam 6 bulan, indeks melonjak 29,67 persen, sementara secara year on year naik 22,13 persen. Dalam periode 3 tahun, penguatan mencapai 27,35 persen.
Angka-angka ini memberi pesan jelas: pasar masih menyimpan optimisme struktural, meski dalam jangka pendek investor dipaksa bersabar menghadapi gelombang koreksi.
Ujian Psikologis di Depan Mata
Level 8.900-an kini menjadi area krusial. Selama IHSG mampu bertahan di zona ini, peluang konsolidasi sehat masih terbuka. Namun jika tekanan jual kembali dominan, koreksi teknikal sulit dihindari.
Penguatan hari ini bukan sekadar angka. Ini adalah refleksi tarik-menarik antara kehati-hatian dan keberanian. Pasar belum sepenuhnya yakin, tapi juga belum siap menyerah. (*)