Muamalat.co.id , JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencairkan dividen interim senilai Rp20,6 triliun kepada para pemegang saham pada hari ini, Kamis (15/1/2026).
Sentimen pembagian dividen tersebut langsung direspons positif oleh pasar, dengan saham BBRI menguat sejak awal perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBRI dibuka di level Rp3.730 per saham. Sepanjang sesi perdagangan pagi, saham bank pelat merah tersebut bergerak di kisaran Rp3.730 hingga Rp3.800 per saham.
: Cek Rekening, BRI (BBRI) Bayar Dividen Interim Jumbo Rp20,6 Triliun Hari Ini (15/1)
Hingga pukul 09.42 WIB, saham BBRI tercatat naik 1,88% atau 70 poin ke posisi Rp3.790 per saham, dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya di level Rp3.720 per saham.
Pada perdagangan hari ini, saham BBRI mencatatkan level tertinggi di Rp3.800 per saham dan level terendah di Rp3.730 per saham. Kapitalisasi pasar BBRI saat ini mencapai sekitar Rp568,66 triliun, dengan rasio price to earnings (P/E) berada di kisaran 10,22 kali.
Adapun, pembayaran dividen interim tersebut setara dengan Rp137 per saham dan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 2 Januari 2026.
Rp11 Triliun ke Negara
Dari total dividen interim Rp20,6 triliun, BRI menyetorkan sekitar Rp11 triliun kepada Negara Republik Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas, sementara sisanya dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham publik.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pembagian dividen interim ini mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang solid serta komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham.
: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Ditopang Laju Saham ADMR, BBRI hingga MAPI
“Sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan BRI dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui penguatan pembiayaan UMKM dan transformasi berkelanjutan BRI ke depan,” kata Dhanny dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).
Pembagian dividen interim ini mengacu pada kinerja keuangan BRI per 30 September 2025, di mana laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp41,23 triliun.