Sido Muncul (SIDO) klarifikasi soal rencana penjualan sebagian saham

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memberikan klarifikasi terkait kabar rencana penjualan sebagian divestasi saham dari pengendali.

Corporate Secretary PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Budiyanto menegaskan bahwa perusahaan tidak menerima informasi maupun konfirmasi dari PT Hotel Candi Baru selaku pemegang saham pengendali terkait adanya rencana divestasi saham.

“Perseroan tidak memiliki informasi mengenai estimasi timeline proses divestasi,” kata Budiyanto di keterbukaan informasi, Senin (19/1/2026).

Budiyanto menyampaikan hingga saat ini tidak terdapat rencana aksi korporasi yang material dalam periode 12 bulan ke depan yang berkaitan dengan divestasi sebagian saham tersebut.

Rupiah Cetak Rekor Terendah, Pasar Khawatir Independensi Bank Indonesia

“Sehubungan dengan tidak adanya rencana divestasi yang diketahui oleh SIDO, maka tidak terdapat latar belakang atau pertimbangan yang dapat dijelaskan oleh perusahaan. Saat ini perseroan fokus pada peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan,” tambahnya.

Sebagai informasi, SIDO menargetkan pertumbuhan laba bersih 8% secara tahunan untuk tahun 2026, sejalan dengan proyeksi kenaikan pendapatan di level yang sama.

Direktur Utama SIDO David Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya akan menggenjot berbagai strategi untuk merealisasikan target pendapatan dan laba tahun 2026, mulai dari peluncuran produk baru, penguatan efisiensi biaya, hingga peningkatan porsi penjualan ekspor.

Bisnis Harta Djaya Karya (MEJA) Berubah, Bidik Peruntungan di Sektor Energi

“Kami menargetkan peningkatan pasar ekspor secara bertahap, dengan membuka pasar baru di kawasan Afrika, Asia Tenggara, dan Timur Tengah pada tahun 2026,” kata David kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).

Di sisi pasar domestik, SIDO juga akan memperkuat pangsa pasar dengan memperluas jaringan distribusi dan meluncurkan varian produk anyar. SIDO turut mendorong penetrasi ke kanal modern trade, e-commerce, serta jalur distribusi berbasis komunitas.

Leave a Comment