Sinergi Pos Properti jadi katalis solusi Sinergi (WIFI) pada 2026, cek rekomendasinya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kemitraan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan Pos Properti Indonesia dinilai berpotensi menjadi katalis penting dalam mempercepat ekspansi jaringan fixed broadband sekaligus memperbaiki profil profitabilitas perseroan pada 2026.

Kolaborasi ini memberi WIFI akses ke 2.931 aset properti strategis milik Pos untuk penempatan infrastruktur telekomunikasi.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand menilai, kerja sama tersebut secara signifikan memangkas waktu dan biaya ekspansi jaringan. Menurutnya, pemanfaatan aset Pos memungkinkan WIFI memperluas jaringan tanpa harus melalui proses pengadaan lahan dari awal.

Surge (WIFI) dan Pos Properti Kolaborasi Percepat Pemerataan Infrastruktur Digital

“Akses langsung ke ribuan lokasi strategis mempercepat ekspansi fixed broadband dan mendukung pengembangan layanan FTTH serta 5G FWA secara lebih efisien,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).

Dari sisi belanja modal, Abida menilai sinergi ini berpotensi menekan kebutuhan capex secara struktural. Model pemanfaatan aset negara dinilai jauh lebih efisien dibandingkan akuisisi lahan mandiri, sekaligus memperpendek rantai logistik melalui fungsi aset Pos sebagai pusat distribusi material.

Efisiensi tersebut menjadi fondasi bagi WIFI untuk mengejar target 5 juta home passes pada 2026, dengan tetap menjaga harga layanan di level kompetitif sekitar Rp100.000 per bulan guna mendorong pertumbuhan pelanggan.

Seiring mulai beroperasinya infrastruktur di lokasi-lokasi strategis, Abida memproyeksikan pendapatan WIFI dapat mencapai Rp3,43 triliun pada 2026. Sinergi ini juga dinilai memperkuat margin perseroan karena biaya operasional per pelanggan menurun seiring meningkatnya utilisasi aset.

“Skalabilitas jaringan akan mendorong EBITDA margin hingga 78,6% pada 2026 dan berpotensi naik lebih lanjut seiring dominasi recurring income,” jelasnya.

WIFI Gandeng FiberHome, Siap Luncurkan Layanan 5G FWA Rp 100.000 per Bulan

Integrasi jaringan backbone serat optik dengan titik distribusi akhir di properti Pos turut memperbesar leverage operasional WIFI. Menurut Abida, langkah ini menekan biaya last-mile yang selama ini menjadi komponen paling mahal dalam bisnis broadband. Konsolidasi operasional dan pemeliharaan juga diperkirakan membuat pertumbuhan laba bersih melaju lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya setelah 2025.

Dari sisi pasar modal, Abida menilai sinergi dengan Pos Properti berpotensi mendorong re-rating valuasi saham WIFI jika kontribusinya mulai tercermin pada kinerja keuangan.

Ia mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp5.200 per saham untuk 2026, yang mencerminkan upside sekitar 69,4% dari posisi saat ini.

“Valuasi ini masih atraktif dengan perkiraan EV/EBITDA 2026 sekitar 10,2 kali, di tengah proyeksi pertumbuhan EBITDA WIFI yang jauh di atas rata-rata industri,” tutupnya.

Leave a Comment