Muamalat.co.id JAKARTA. Permintaan domestik yang melemah masih menjadi tantangan utama bagi kinerja emiten konsumer seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Untuk diketahui, penjualan domestik ICBP pada periode sembilan bulan pertama 2025 hanya tumbuh 0,8% secara tahunan (year on year/YoY). Alhasil, kontribusinya terhadap total penjualan turun menjadi 69%, dibandingkan 70% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, penjualan ekspor ICBP tercatat tumbuh 2,8% YoY. Kenaikan penjualan ekspor ini didukung oleh kenaikan pengiriman ke pasar Asia dan Afrika, meskipun penjualan ke wilayah lain turun 17% YoY.
Di sisi lain, Abida Massi Armand Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas menilai, sentimen positif bagi ICBP pada tahun ini berasal dari stimulus fiskal pemerintah, penyaluran bantuan sosial, serta potensi pemulihan daya beli masyarakat.
Rupiah Terus Melemah ke Rp 16.967 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (21/1)
Selain itu, harga bahan baku utama seperti gandum, CPO, dan kentang yang mulai stabil juga menjadi faktor pendukung bagi kinerja perseroan.
Namun demikian, Abida mengingatkan adanya sejumlah risiko yang masih membayangi. Lemahnya konsumsi domestik, tekanan terhadap margin, serta volatilitas nilai tukar menjadi sentimen negatif utama.
“Selain itu, fluktuasi kurs berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku dan menekan profitabilitas perusahaan,” ujar Abida kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan laporan keuangan, penjualan bersih ICBP mencapai Rp 56,26 triliun hingga September 2025, naik 1,4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55,47 triliun.
Namun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih mencapai Rp 7,10 triliun pada kuartal III-2025, turun 12,77% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,15 triliun.
Meski begitu, perbaikan diperkirakan mulai terlihat pada kuartal IV 2025, terutama dari sisi volume penjualan dan faktor musiman.
ICBP Chart by TradingView
“Pemulihan laba yang lebih solid baru akan terlihat pada tahun buku 2026, seiring dengan pemulihan margin dan pertumbuhan penjualan yang lebih kuat,” jelas Abida.
Atas dasar tersebut, Abida merekomendasikan saham ICBP untuk buy dan target harga Rp 11.500 per saham.