Muamalat.co.id JAKARTA. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) belum menggunakan dana hasil penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) karena beberapa pertimbangan.
Melalui gelaran IPO pada 9 Juli 2025, COIN berhasil meraup dana segar sebesar Rp 220,58 miliar. Rencananya, dana hasil IPO tersebut direncanakan untuk memperkuat modal belanja dua anak perusahaan.
Yakni, sebesar Rp 175,99 miliar atau setara dengan 85% dari perolehan dana IPO akan disalurkan kepada Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Rp 31,05 miliar kepada Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
Indokripto Koin Semesta (COIN), Emiten Kripto Pertama Himpun Rp 220 Miliar dari IPO
Direktur Utama Indokripto Koin Semesta Ade Wahyu menjelaskan di tengah dinamika yang terjadi di industri aset kripto, pihaknya memilih memasang prinsip hati-hati dan adaptif.
“Atas pertimbangan tersebut, ditambah dengan kondisi fundamental kedua anak perusahaan yang masih solid membuat kami memilih untuk belum merealisasikan (penggunaan dana) IPO,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (21/1/2026).
Ini Alasan Perusahaan Hashim Djojohadikusumo Jadi Pemegang Saham Indokripto (COIN)
Ade bilang, kondisi likuiditas internal yang solid pada CFX dan ICC memberikan fleksibilitas bagi COIN belum melakukan injeksi modal. Ini memungkinkan COIN untuk meninjau kembali waktu dalam menyalurkan dana.
“Kami meyakini, strategi ini diambil agar penggunaan dana IPO menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak multiplier yang maksimal bagi rencana jangka panjang,” katanya.