Muamalat.co.id JAKARTA. Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) diproyeksikan bakal terdampak akibat pencabutan izin operasional anak usahanya, yakni PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas Martabe.
PT Agincourt Resources bersama 27 perusahaan lainnya harus dicabut izinnya karena dinilai melanggar peraturan lingkungan yang memperburuk dampak banjir di Sumatra pada akhir tahun lalu.
Investment Analyst Stockbit Everson Sugianto menilai pencabutan izin ini berpotensi berdampak negatif bagi UNTR. Dalam hitungannya, ada potensi penurunan laba UNTR hingga 39%.
“Dengan asumsi volume penjualan sebesar 220.000 ons, kontribusi laba bersih dari tambang Martabe berkisar antara 27%–39% terhadap laba bersih keseluruhan UNTR di 2026,” jelasnya dalam riset, Rabu (21/1/2026).
Saham UNTR dan ASII Anjlok, Pasar Merespons Pencabutan Izin Tambang Agincourt
Dengan asumsi harga emas US$ 3.500 per ons, laba bersih tambang Martabe pada 2026 diperkirakan mencapai Rp 4,67 triliun. Sementara laba bersih UNTR berada di kisaran Rp 17,31 triliun sehingga kontribusi tambang emas itu mencapai 27%.
Jika harga emas naik ke level US$ 4.200 per ons, laba Martabe diproyeksikan meningkat menjadi Rp 6,52 triliun. Laba bersih UNTR ditaksir naik menjadi Rp19,16 triliun. Pada skenario ini, kontribusi Martabe membesar menjadi sekitar 34%.
Dalam skenario optimistis dengan harga emas US $4.800 per ons, laba bersih Martabe berpotensi mencapai Rp 8,11 triliun dan laba UNTR secara konsolidasi mencapai Rp 20,75 triliun. Alhasil, porsi kontribusinya mencapai 39%.
Berdasarkan keterangan di laman resmi perusahaan, tambang emas Martabe beroperasi di area seluas 646,08 hektare per Desember 2024. Operasional tambang ini didasarkan pada Kontrak Karya (KK) selama 30 tahun dengan Pemerintah Indonesia.
Sejak produksi dimulai pada 24 Juli 2012, setiap tahunnya Tambang Emas Martabe telah memproses lebih dari 6 juta ton bijih dan menghasilkan lebih dari 200.000 ounce emas dan 1–2 juta ons perak.
Hingga Juni 2025, sumber daya mineral tambang diperkirakan sebesar 6,4 juta ounce emas dan 58 juta ons perak, sedangkan cadangan bijih diperkirakan sebesar 3,56 juta ons emas dan 31 juta ons perak.
Manajemen Toba Pulp (INRU) Buka Suara Usai Izin Dicabut, Saham Masih Disuspensi BEI