Muamalat.co.id – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menargetkan percepatan signifikan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2026, baik dari sisi jumlah transaksi, pengguna, maupun perluasan kerja sama lintas negara.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa bank sentral menargetkan 17 miliar transaksi QRIS dalam negeri pada 2026.
Target ini sejalan dengan upaya berkelanjutan BI untuk memperluas ekosistem pembayaran digital nasional.
Bank DBS Indonesia Umumkan Komisaris Baru Triana Gunawan, Cek Profilnya
“Kami mengharapkan dukungan terus-menerus untuk pencapaian QRIS di 2026. Target kami adalah 17 miliar transaksi QRIS,” ujar Filianingsih saat konferensi pers RDG BI, Rabu (21/1/2026).
Dari sisi merchant, BI menargetkan 45 juta pedagang yang menerima pembayaran QRIS pada 2026. Sementara dari sisi pengguna, jumlah pengguna QRIS ditargetkan mencapai 60 juta orang. Pada 2025, transaksi QRIS tercatat tumbuh tinggi, mencapai 139,99% (yoy).
Selain memperluas penggunaan domestik, BI juga membidik kerja sama QRIS lintas negara (cross border) dengan delapan negara.
Saat ini, implementasi QRIS lintas negara telah berjalan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang.
“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum triwulan I 2026, kami sudah bisa mengimplementasikan QRIS cross border dengan China dan Korea Selatan,” jelas Filianingsih.
Amar Bank Kembangkan Layanan Pembayaran Digital dengan MRT Jakarta
BI juga tengah melakukan diskusi intensif dengan India dan membuka peluang kerja sama dengan negara lain.
Filianingsih menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap capaian QRIS sepanjang 2025, yang dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan sistem pembayaran digital nasional ke depan.