IHSG naik 0,55% ke 9.060 sesi I Kamis (22/1): Saham ADMR, MBMA, TLKM jadi top gainers

Muamalat.co.id  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau sepanjang sesi pertama Kamis (22/1/2026), mengikuti tren positif bursa global.

Mengutip data RTI, IHSG naik 0,55% atau 49,73 poin ke level 9.060,06. Tercatat 423 saham menguat, 250 saham melemah, dan 118 saham stagnan, dengan total volume perdagangan 41,7 miliar saham senilai Rp 19,25 triliun.

Sebanyak delapan indeks sektoral mendorong penguatan IHSG pagi ini, dengan tiga sektor tertinggi: IDX-NonCyc naik 1,59%, IDX-Infra 1,55%, dan IDX-Cyclic 0,78%.

Pasokan CPO Januari Turun 17%, Harga Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Saham top gainers LQ45:

  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 8% ke Rp 2.160
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 5,13% ke Rp 820
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 4,72% ke Rp 3.770

Astra Agro Lestari (AALI) Bayar Denda Rp 571 Miliar ke Satgas PKH

Saham top losers LQ45:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 4,66% ke Rp 368
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,12% ke Rp 62
  • PT Japfra Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 2,39% ke Rp 2.860

AUD Melonjak: Data Tenaga Kerja Kuat, Dorong Kenaikan Suku Bunga

  ADMR Chart by TradingView  

Di kawasan Asia, penguatan pasar saham terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancamannya mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland.

Trump menyatakan di World Economic Forum (WEF) di Davos bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau Arktik, sekaligus menegaskan adanya “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 1,99% dan menembus level psikologis 5.000, sementara Kosdaq naik 1,73%.

Saham produsen baterai Samsung SDI meroket 15,28%, Doosan naik 8,61%, dan Samsung Electronics menguat 3,95%.

Meski demikian, data ekonomi Korea menunjukkan kontraksi tak terduga: PDB kuartal IV-2025 menyusut 0,3%, pertumbuhan tahunan 1%, dan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 hanya 1%, terlemah sejak 2020.

Yen Jepang Melemah di Tengah Tekanan Fiskal yang Memburuk

Di Jepang, Nikkei 225 menguat 1,87%, berpotensi memutus tren lima hari turun berturut-turut, sementara Topix naik 0,88%.

Data perdagangan Desember mencatat ekspor naik 5,1%, lebih rendah dari perkiraan analis.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun tipis karena pelemahan saham sektor bahan baku, CSI 300 China stagnan, dan S&P/ASX 200 Australia naik 0,71% setelah sesi sebelumnya terkoreksi.

Leave a Comment