Muamalat.co.id – , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyampaikan jumlah uang beredar di Indonesia mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 9,6 persen pada Desember 2025. Kondisi tersebut menunjukkan indikasi likuiditas yang mendorong perekonomian menjadi lebih bergairah.
“Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi. Pada Desember 2025, M2 tumbuh sebesar 9,6 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 8,3 persen (yoy) sehingga mencapai Rp 10.133,1 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Denny mengatakan perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5 persen (yoy).
“Perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit,” terangnya.
BI mencatat tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 13,6 persen (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen (yoy).
“Penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9 persen (yoy). Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy),” jelasnya.