Survei BI: Kredit tumbuh lebih lambat pada kuartal I-2026

Muamalat.co.id – JAKARTA. Setelah berhasil melaju pada akhir tahun 2025, kredit perbankan diperkirakan bakal tumbuh lebih moderat pada awal 2026 ini. 

Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru pada kuartal IV-2025 meningkat dibanding kuartal sebelumnya dengan nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 88,92%, lebih tinggi dari 82,33% pada kuartal III-2025. 

Pada realisasinya, rupanya kredit memang berhasil melaju kencang di akhir tahun lalu. Meski pada bulan Oktober dan November pertumbuhannya masih terbatas di kisaran 7%, pada bulan Desember kredit berhasil tumbuh 9,69%.

Dengan begitu, target pertumbuhan kredit di rentang 8% – 11% yang dipatok BI untuk tahun 2025 berhasil tercapai. 

BPR Jatim Masuk ke Bisnis Emas, Bidik Pertumbuhan Kredit 30% pada 2026

Namun, berdasarkan survei, kredit diprediksi tumbuh lebih terbatas pada kuartal I-2026. Yang mana, SBT prakiraan penyaluran kredit baru hanya sebesar 55,74%. 

Prioritas utama bank responden pada awal 2026 ini sama dengan periode sebelumnya, yakni kredit modal kerja, kemudian diikuti kredit investasi. Secara sektoral, kredit pada kuartal I-2026 diperkirakan bakal banyak mengalir ke industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan. 

Kredit konsumsi diprediksi jadi prioritas ketiga, dengan hasil survei mengindikasikan kredit pembangunan rumah (KPR) dan kredit pembangunan apartemen (KPA) masih bakal menjadi prioritas bank, lalu diikuti kredit multiguna dan kredit tanpa agunan. 

Syarat Kredit Diprediksi Lebih Ketat  

Kalau diperhatikan, pertumbuhan masif kredit di pengujung tahun 2025 sejalan dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa kebijakan standar penyaluran kredit pada kuartal IV-2025 lebih longgar, dengan indeks lending standard (ILS) di level -2,59. Sebagai perbandingan, pada kuartal III-2025 posisi ILS ada di 5,78. 

Sejumlah aspek kebijakan penyaluran kredit yang terindikasi lebih longgar di antaranya adalah aspek biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan suku bunga kredit. 

Dirut BPR Jatim: Fondasi Manajemen Risiko Kuat, Pertumbuhan Kredit Tetap Aman

Nah pada kuartal I-2026 nanti, bank diperkirakan bakal kembali berhati-hati soal kebijakan standar penyaluran kredit. Yang mana, hasil survei menunjukkan ILS kuartal I-2026 meningkat menjadi 2,75, dengan pengetatan utamanya terjadi pada KPR dan KPA serta kredit investasi. 

Secara rinci, pengetatan syarat kredit diprediksi mencakup aspek persyaratan administrasi dan agunan. 

Leave a Comment