Direktur UNTR serok saham saat harga turun

Muamalat.co.id , JAKARTA – Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun saat muncul kabar pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) Martabe milik entitas produsen emas UNTR, Agincourt Resources.

Iwan Hadiantoro, Direktur UNTR memanfaatkan kesempatan itu untuk menambah koleksi portofolionya. Iwan membeli saham UNTR sebanyak 40.000 lembar pada harga Rp27.250 atau setara Rp1,09 miliar pada 21 Januari 2026 lalu. 

Mengutip keterbukaan informasi, Jumat (23/1/2026), berkat penambahan itu koleksi saham UNTR milik Iwan Hadiantoro menjadi sebanyak 208.100 lembar. 

Sebagai informasi, saham UNTR turun cukup dalam pada 21 Januari 2026 lalu setelah pemerintah mencabut IUP Martabe, salah satu tulang punggung lini bisnis emas perseroan. Pada penutupan pasar Jumat (23/1), saham UNTR berada pada Rp27.275 per saham, turun tipis 0,64%.

Sebagai konteks, UNTR saat ini memproduksi emas melalui dua entitasnya, yaitu Agincourt Resources dan Sumbawa Juta Raya. 

Dalam periode Januari—November 2025, penjualan emas UNTR tercatat sebesar 215.000 Gold Equivalent Ounces (GEOs). Penjualan ini naik 2,38% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 210.000 GEOs.

Sementara itu, berdasarkan kinerja keuangan UNTR sampai kuartal III/2025, UNTR mencatatkan pendapatan dari segmen bisnis emas dan mineral lainnya sebesar Rp10,3 triliun. Pendapatan ini naik 53% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

——————– 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Leave a Comment