Muamalat.co.id SINGAPURA. Selain Goldman Sach, UBS ikut menurunkan peringkat saham Indonesia. UBS menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight.
Pemangkasan ini setelah MSCI meningkatkan kekhawatiran tentang kelayakan investasi dan memperingatkan potensi reklasifikasi ke status pasar negara berkembang.
“Kami pikir tekanan pada pasar secara keseluruhan kemungkinan akan berlanjut sampai kita mendapatkan kejelasan tentang peraturan dan penilaian ulang MSCI,” tulis analis termasuk Sunil Tirumalai dalam catatan tertanggal 28 Januari 2026 seperti dikutip Bloomberg, Kamis (29/1).
UBS juga menandai “peningkatan risiko regulasi setelah Sekretaris Negara mengatakan 28 perusahaan dengan izin usaha yang dicabut, termasuk anak perusahaan Astra International, United Tractors, dapat dijalankan oleh Danantara.”
Kepemilikan saham Indonesia secara keseluruhan oleh investor global dan pasar negara berkembang mendekati titik terendah.