Muamalat.co.id – JAKARTA. Saham perbankan nampak berangsur-berangsur naik pasca tertekan sentimen pembekuan evaluasi indeks saham Indonesia oleh MSCI.
Pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), saham perbankan berhasil memasuki zona hijau. Dari jajaran big banks, cuman saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang masih loyo, dengan koreksi harian 0,45% ke level Rp 4.420.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak penguatan tertinggi sebesar 5,29% menjadi Rp 3.780. Menyusul, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,54% ke level Rp 4.630 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,49% menjadi Rp 7.200.
OJK: 79,86% Perusahaan Asuransi Sudah Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum 2026
Menurut Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi, penguatan saham BBCA utamanya terdorong sentimen buyback. Untuk diketahui, BCA baru saja mengumumkan rencana buyback yang bakal berlangsung selama 12 bulan sejak disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Nah, RUPST terkait rencana buyback ini bakal digelar pada 12 Maret 2026. Jumlah saham yang dibeli kembali nantinya tak bakal melebihi 10% dari modal disetor perseroan.
Namun untuk jangka pendek ke depannya, Wafi bilang saham perbankan masih berisiko mengalami koreksi. “Volatilitas masih akan tinggi, paling tidak sampai ada kepastian terkait isu MSCI ini,” jelas Wafi kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).
Meski begitu, tetap saja saham big banks jadi pilihan. Untuk jangka pendek, Wafi bilang investor bisa rotasi ke saham big banks yang valuasinya masih wajar. Di luar itu, bisa juga masuk ke sektor konsumer yang defensif dan saham emas yang harga komoditasnya sedang naik. “Menyesuaikan perkembangan situasi saat ini kalau ingin mulai kembali cari alpha,” sebut Wafi.
Saham pilihan Wafi jatuh pada BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, masing-masing dengan target harga Rp 8.900, Rp 5.200, Rp 5.600, dan Rp 5.000.