Dibayangi sentimen pasar saham, begini proyeksi rupiah untuk Jumat (30/1/2026)

Muamalat.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (29/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.755 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, rupiah melemah 0,37% secara harian ke Rp 16.786 per dolar AS.  

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS sebagai akibat dari berlanjutnya sell off dari investor asing di pasar saham.

Pasar saham Indonesia kembali dibuka terkoreksi akibat dari Goldman Sachs yang menurunkan status Indonesia menjadi underweight akibat dari risiko sell off ke depannya. 

Tekanan MSCI Bikin Investor Selektif, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

“IHSG sempat melemah hingga 8% pada pembukaan, meskipun pada sesi kedua, IHSG mampu rebound, dan ditutup melemah 1,06% ke level 8.232,” ujar Josua kepada Kontan, Kamis (29/1/2026). 

Josua menambahkan bahwa pelemahan rupiah juga diakibatkan oleh sinyal dari The Fed terkait kemungkinan mempertahankan suku bunganya di jangka pendek.

Josua memperkirakan rupiah pada Jumat (30/1/2026) bergerak dalam rentang Rp 16.700 – Rp 16.800 per dolar AS. 

Sumber Alfaria (AMRT) Resmikan Gerai Baru di Bangladesh, Target 2026 Buka 100 Cabang

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas domestik terkait potensi downgrade MSCI dan Goldman Sachs.

Walau IHSG berhasil rebound kuat di sesi kedua namun masih di wilayah negatif, rebound ini sedikit mendukung rupiah yang berhasil sedikit mengurangi pelemahan awal.

Untuk Jumat (30/1/2026), Lukman menyebut tidak ada data ekonomi penting baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang akan menjadi sentimen penggerak rupiah.

Investor masih perlu mencemati dampak dari perkembangan seputar MSCI dan geopolitik seputar ancaman Presiden AS Donald Trump pada Iran. 

         

“Rupiah pada umumnya masih belum aman dan belum keluar dari tekanan,” ucap Lukman kepada Kontan, Kamis (29/1). 

         

Lukman memproyeksikan rupiah pada Jumat (30/1) dikisaran Rp 16.700 – Rp 16.800 per dolar AS.

Leave a Comment