Iman Rachman mundur, OJK pastikan operasional BEI tetap normal

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima keputusan pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). OJK menegaskan, langkah tersebut tidak akan mengganggu operasional bursa di tengah tekanan yang terjadi di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai keputusan Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi pasar saat ini.

“OJK memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak mengganggu operasional BEI, selain itu fungsi perdana dan penjaminan dan Kustodian berjalan normal,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).

Sebelumnya, Iman menyatakan mundur dari posisinya sebagai Direktur Utama BEI sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tekanan yang terjadi dalam dua hari terakhir di pasar modal.

BEI Rombak Indeks LQ45, BREN Masuk Gantikan ACES Periode Februari–April 2026

“Sebagai bentuk tanggung jawab apa yang terjadi dua hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama BEI,” kata Iman di press room BEI, Jumat (30/1/2026).

Menurut Iman, keputusan tersebut merupakan langkah terbaik bagi pasar modal Indonesia. Ia berharap pengunduran dirinya dapat memberikan ruang bagi perbaikan kondisi pasar ke depan.

Iman juga menjelaskan bahwa seluruh dokumentasi administrasi akan dijalankan sesuai ketentuan anggaran dasar BEI. Untuk sementara waktu, posisi Direktur Utama akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Nanti akan ada sementara Plt yang akan ditunjuk berdasarkan aturan BEI sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru,” jelasnya.

Saham Big Banks Menguat pada Penutupan Jumat (30/1), BMRI Pimpin Kenaikan

Diketahui, dua hari pasca pengumuman MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan aksi jual yang signifikan. Dalam dua hari berturut-turut, IHSG bahkan sempat mengalami trading halt.

Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1/2026) pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah pengumuman MSCI.

Kemudian, trading halt kedua terjadi pada Kamis (29/1/2026) pukul 09:26:01 waktu JATS dan dibuka kembali pada pukul 09:56:01 waktu JATS.

Leave a Comment