BSDE catat marketing sales Rp 10,04 triliun sepanjang 2025, ini rekomendasi sahamnya

Muamalat.co.id JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan pendapatan pra penjualan alias marketing sales Rp 10,04 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian ini melampaui target perseroan di tahun lalu yang sebesar Rp 10 triliun. 

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan dibandingkan hasil marketing sales tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 9,72 triliun

Secara komposisi, segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar pra penjualan BSDE dengan nilai mencapai Rp 4,19 triliun atau setara 42% dari total pra penjualan 2025. Capaian ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian. 

Sementara itu, segmen komersial, yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen, memberikan kontribusi sebesar Rp 3,73 triliun atau setara dengan 37% dari total prapenjualan 2025.

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Marketing Sales Rp 10,04 Triliun Sepanjang 2025

“Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan juga menjadi kontributor signifikan dengan nilai mencapai Rp2,13 triliun atau setara 21% dari total pra penjualan 2025,” ujarnya.

Hermawan mengaku, BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti ke depan.  

Stabilitas makro ekonomi domestik yang terjaga, serta keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%, memberikan kepastian bagi pasar, khususnya dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif. 

“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” paparnya.

Luncurkan Kluster Hunian Baru, Simak Rekomendasi Saham Bumi Serpong Damai (BSDE)

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer mengatakan, raihan marketing sales BSDE sepanjang 2025 ditopang kombinasi faktor fundamental yang solid.

Yaitu, penjualan proyek residensial yang konsisten di BSD City, tingginya kontribusi segmen rumah tapak khususnya segmen menengah atas, hingga strategi promosi dan skema pembiayaan yang relatif agresif di tengah tren penurunan suku bunga global. 

“Kinerja pemasaran yang melampaui target ini pun memberi sinyal positif bagi kinerja keuangan di tahun 2025, meski secara laporan laba rugi biasanya terealisasi bertahap seiring progres serah terima,” ujarnya kepada Kontan, Senin (2/2/2026).

Kevin Halim, Analis, Maybank Sekuritas mengatakan, pendorong kinerja marketing sales BSDE di tahun 2025 merupakan penjualan lahan. Di tahun 2025, terdapat tiga penjualan lahan besar yang dicatat.

“Yaitu penjualan tanah di Menteng kepada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), penjualan tanah di BSD Phase 3 ke Mitbana untuk proyek Hiera, dan penjualan tanah di BSD City ke Astra Land untuk proyek Nava Park 2,” ungkapnya kepada Kontan, Senin (2/2/2026).

Arah Suku Bunga Jadi Katalis Pendorong Kinerja Bumi Serpong Damai (BSDE) pada 2026

Memasuki 2026, prospek BSDE dinilai masih cukup konstruktif dengan peluang berlanjutnya tren marketing sales. Miftahul bilang, hal itu didukung cadangan tanah (landbank) besar, pipeline proyek yang matang, serta potensi membaiknya daya beli jika suku bunga domestik lebih akomodatif.

Meskipun begitu patut untuk diwaspadai juga sentimen negatif terkait dengan volatilitas makro, nilai tukar, dan potensi pengetatan likuiditas jika ketidakpastian global meningkat. 

Dari sisi valuasi, BSDE saat ini masih relatif atraktif dibandingkan nilai aset bersih (NAV) dan historisnya. Miftahul pun merekomendasikan akumulasi untuk BSDE dengan target harga Rp 1.000 per saham.

Kevin memprediksi, kinerja BSDE di tahun 2026 akan tetap positif, karena BSDE akan membukukan penjualan cluster ‘Botanic Villa’ di Nava Park pada tahun 2026. 

“BSDE juga memiliki dua proyek baru yang akan berkontribusi positif kepada marketing sales tahun 2026, yaitu Nava Park 2 dan Kota Wisata Ecovia,” tuturnya.

Saat ini, BSDE sedang diperdagangkan di 85% discount to RNAV dan price to book value sebesar 0,5x. “Kami berpendapat bahwa valuasi ini tergolong murah,” ungkapnya.

Kevin pun merekomendasikan beli untuk BSDE dengan target harga Rp 1.050 per saham.

Bumi Serpong Damai (BSDE) Masih Prospektif di 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

Leave a Comment