Muamalat.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada perdagangan akhir pekan ini terdampak sentimen penurunan proyeksi peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negative oleh Moody’s Rating.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG amblas 168,61 poin atau 2,08% ke level 7.935,26 pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026).
IHSG tertekan penurunan mayoritas indeks sectoral di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah barang konsumer non primer 5,11%, disusul perindustrian 4,1%, energi 3,25%, barang baku 3,01% dan infrastruktur 2,95%.
Kemudian sektor properti dan real estate juga turun 2,11%, teknologi 1,82%, barang konsumer primer 1,26%, keuangan 0,94%, kesehatan 0,04%. Hanya sektor transportasi satu-satunya yang menguat 0,53%.
IHSG Ambruk 4,88% ke 7.922, Top Losers LQ45: MBMA, MDKA dan EMTK, Senin (2/2)
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 35,06 miliar dengan nilai transaksi Rp 18,81 triliun. Ada 646 saham yang turun, 107 saham yang menguat, dan 68 saham yang stagnan.
Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 8,46% ke Rp 238 per saham
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 7,38% ke Rp 1.945 per saham
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 6,86% ke Rp 2.850 per saham
SCMA Chart by TradingView
IHSG Anjlok 5,31% ke 7.887 pada Sesi I Senin (2/2), MDKA, BRPT, BUMI Top Losers LQ45
Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 4,07% ke Rp 2.300 per saham
2. PT Merdco energi Internasional Tbk (MEDC) 3,50% ke Rp 1.480 per saham
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 2,74% ke Rp 3.380 per saham