Muamalat.co.id JAKARTA. Indeks dolar AS berfluktuasi di sekitar 97,7 pada hari Kamis (19/2), setelah melonjak pada sesi sebelumnya. Ini karena karena data ekonomi AS yang kuat dan sinyal kebijakan moneter yang mengejutkan dari Federal Reserve (The Fed) menopang mata uang tersebut.
Berdasarkan Trading Economics, Kamis (19/2), risalah dari pertemuan terbaru Fed menunjukkan para pembuat kebijakan terpecah pendapat mengenai arah suku bunga AS. Ini mengindikasikan bahwa ketua berikutnya mungkin menghadapi tantangan dalam menerapkan pemotongan suku bunga.
Beberapa peserta juga mendukung bahasa yang secara eksplisit akan membuka opsi untuk menaikkan suku bunga dana federal jika inflasi tetap di atas target.
Para pedagang sedikit memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga Fed tahun ini tetapi masih mengantisipasi dua pengurangan 25 bps sebelum akhir tahun.
Dolar AS semakin didukung oleh data yang menunjukkan produksi industri AS meningkat dengan laju tercepat dalam hampir satu tahun, pesanan barang modal inti melebihi perkiraan, dan pembangunan perumahan mencapai level tertinggi dalam lima bulan.
Investor kini beralih ke laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), Purchasing Manager’s Index (PMI), dan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang akan datang pada hari Jumat, untuk mendapatkan panduan tambahan mengenai prospek suku bunga.