Saham komponen otomotif bakal ngebut di tengah momentum Ramadan-Lebaran 2026

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten komponen otomotif berpeluang mencatatkan kinerja positif di tengah momentum Ramadan dan Lebaran tahun 2026. 

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menjelaskan secara siklikal, periode persiapan mudik selalu mendorong peningkatan permintaan suku cadang. 

Ditambah lagi, adanya stimulus fiskal serta perputaran uang yang lebih besar di kalangan masyarakat kelas menengah turut menjadi katalis pendukung di sektor tersebut.

“Dengan harga kendaraan baru yang masih relatif tinggi, tren merawat kendaraan lama bisa menjadi mesin pertumbuhan emiten komponen seperti AUTO atau DRMA,” ujar Wafi kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).

Ramadan Jadi Angin Segar Bagi Saham Emiten Komponen Otomotif, Ini Rekomendasinya

Untuk memaksimalkan peluang tersebut, Wafi menilai emiten dapat menerapkan strategi agresif di pasar aftermarket dengan memperkuat jaringan distribusi hingga ke bengkel ritel serta menghadirkan promo paket servis mudik.

Selain itu, emiten seperti AUTO dapat mengoptimalkan platform digital guna memperluas akses penjualan komponen. 

Adapun, emiten yang telah terlibat dalam rantai pasok kendaraan listrik seperti DRMA berpeluang memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan awareness produk komponen pendukung mobilitas listrik yang populasinya terus bertambah.

Dari sisi pergerakan harga saham, ia menambahkan bahwa secara historis saham-saham sektor komponen otomotif biasanya mulai menguat lebih awal, yakni sekitar satu hingga dua bulan menjelang Lebaran.

Saham Otomotif Diprediksi Melaju pada Tahun 2026, Ini Faktor Pendukungnya

“Pelaku pasar biasanya telah mengantisipasi potensi kenaikan volume penjualan,” ujar Wafi.

Wafi menambahkan, saham komponen cenderung lebih stabil dibandingkan saham agen tunggal pemegang merek (ATPM), karena kinerjanya tidak semata bergantung pada penjualan mobil baru, tetapi juga ditopang oleh populasi kendaraan yang sudah beredar.

Wafi menyarankan investor untuk mencermati saham AUTO, DRMA dan SMSM di target harga masing-masing Rp 3.000, Rp 1.450 dan Rp 2.100 per saham.

Prospek Perbaikan Terbuka pada 2026, Cek Rekomendasi Saham Sektor Otomotif

Leave a Comment