Muncul wacana pembatasan minimarket di desa, cermati rekomendasi saham AMRT

Muamalat.co.id   JAKARTA. Wacana pemerintah untuk membatasi ekspansi peritel modern ke desa berpotensi memengaruhi rencana perluasan jaringan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), terutama di wilayah terpencil.

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan, jika Koperasi Desa Merah Putih telah berjalan, maka penyebaran bisnis minimarket di desa perlu dihentikan. 

Wacana ini menjadi perhatian pelaku ritel yang tengah menggarap ekspansi jaringan.

Wacana Pembatasan Minimarket, Begini Rekomendasi Saham Alfamart (AMRT)

Menanggapi hal tersebut, Direktur Corporate Affairs Sumber Alfaria Trijaya, Solihin, menegaskan perusahaan akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah. 

“Perusahaan akan selalu taat terhadap aturan di daerah yang menjadi tujuan ekspansi,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (25/2/2026).

Menurut Solihin, strategi ekspansi AMRT tidak selalu menyasar desa, melainkan wilayah yang dinilai memiliki potensi. 

Perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi operasional agar tidak terbebani biaya yang tidak diperlukan. Pendekatan ini disebut penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus kinerja bisnis.

Untuk pasar domestik, pada tahun ini AMRT berencana membuka sekitar 800 gerai baru dengan fokus utama di luar Pulau Jawa. Sejalan dengan rencana tersebut, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan pada kisaran high single digit sepanjang tahun ini.

Simak Rekomendasi Saham MEDC, ENRG, RAJA, RATU untuk Perdagangan Senin (23/2)

Selain di dalam negeri, AMRT juga agresif memperluas jaringan di luar negeri. Perusahaan belum lama ini berekspansi ke Bangladesh dan berencana membuka 100 cabang di negara tersebut. Di saat yang sama, AMRT mengaku tengah menjajaki negara baru untuk perluasan bisnis, meski belum merinci lebih lanjut.

Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai wacana pembatasan minimarket di desa berpotensi membuat ekspansi AMRT lebih selektif, namun tidak berdampak pada gerai yang sudah beroperasi. 

  AMRT Chart by TradingView  

Dengan jaringan yang kuat di area urban dan semi-urban, dampak terhadap kinerja secara keseluruhan diperkirakan relatif terbatas.

Di sisi lain, Abida menilai kinerja AMRT masih akan ditopang momentum musiman seperti Ramadan dan Lebaran yang biasanya mendorong lonjakan konsumsi, seiring indikasi perbaikan daya beli masyarakat. 

“Kombinasi pertumbuhan penjualan same store dan ekspansi gerai yang terukur menjadi katalis positif bagi kinerja AMRT tahun ini,” ujarnya.

Cek Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Selasa (24/2)

Berdasarkan prospek tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham AMRT dengan target harga Rp 2.000 per saham untuk jangka menengah.

Pada penutupan perdagangan Rabu (25/2), saham AMRT berada di level Rp 1.735 per saham, melemah 2,8% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam setahun terakhir, saham AMRT masih tertekan 28,01%.

Leave a Comment