Muamalat.co.id JAKARTA. Emiten jasa migas, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) membukukan pendapatan sebesar US$ 84,24 juta pada akhir 2025. Hasil ini sedikit berkurang 0,40% year on year (yoy) dibandingkan pendapatan perusahaan pada 2024 yakni US$ 84,58 juta.
Sebagian besar pendapatan APEX pada 2025 berasal dari jasa pemboran sebanyak US$ 80,85 juta. Dari segi pelanggan, mayoritas pendapatan APEX pada 2025 disumbangkan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam sebesar US$ 80,56 juta.
Bersamaan dengan itu, beban langsung APEX menyusut 9,39% yoy menjadi US$ 59,82 juta pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 66,02 juta.
Harga Minyak Dunia Naik, Saham ESLA, APEX & RUIS Diprediksi Beri Cuan
Hasil ini membuat APEX mengantongi laba bruto sebesar US$ 24,42 juta pada 2025 atau meningkat 31,50% yoy dibandingkan laba bruto emiten tersebut pada 2024 yakni US$ 18,57 juta.
Beban usaha APEX juga berkurang 8,05% yoy menjadi US$ 12,57 juta pada 2025, dibandingkan beban usaha tahun sebelumnya yaitu US$ 13,67 juta. Di sisi lain, beban keuangan APEX naik 15,40% yoy dari US$ 13,67 juta pada 2024 menjadi US$ 4,87 juta pada 2025.
Hingga akhir 2025, APEX mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 4,06 juta. Hasil ini melonjak 647,66% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada 2024 yaitu US$ 542.825.
APEX memiliki total aset sebanyak US$ 262,45 juta pada 2025 yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 193,42 juta dan ekuitas sebesar US$ 69,03 juta.
Saham Rekomendasi BRIDS Rabu (26/11): Cermati WIFI, MBMA, dan APEX