Muamalat.co.id JAKARTA. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek lainnya sebesar Rp 4,13 triliun sepanjang 2025. Ini naik 180,05% dari Rp 1,47 triliun di 2024.
Penghasilan dividen dan bunga sayangnya turun dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 2,86 triliun sepanjang 2025. Penghasilan lainnya juga menjadi Rp 11,17 miliar di 2025, dari sebelumnya Rp 14,99 miliar pada 2024.
Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Sepekan Terakhir Jelang Libur Lebaran 2026
Sepanjang 2025, SRTG mencatat jumlah investasi di saham blue chip sebesar Rp 48,03 triliun. Ini naik dari tahun 2024 yang sebesar Rp 44,99 triliun.
Untuk emiten bluechip yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), SRTG memegang 9,73% saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan nilai wajar Rp 5,68 triliun. Lalu, kepemilikan pada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 19,73% dengan nilai wajar Rp 10,8 triliun. Pada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kepemilikannya 4% dengan nilai wajar Rp 2,12 triliun.
Di PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ada kepemilikan langsung sebesar 4,38% dengan nilai wajar Rp 2,33 triliun. Kepemilikan SRTG secara tidak langsung melalui PT Adaro Strategic Capital (ASC) sebesar 25% dan PT Adaro Strategic Lestari (ASL) 29,79% dengan nilai wajar masing-masing Rp 8,94 triliun dan Rp 3,56 triliun.
Selain itu, SRTG juga memegang saham perusahaan berkembang yang tercatat di BEI. di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) kepemilikannya 57,67% dengan nilai wajar Rp 2,44 triliun. Lalu, di PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) kepemilikannya 10% dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) 6,02% dengan nilai wajar masing-masing Rp 464,59 miliar dan Rp 228,99 miliar.
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan menjadi Rp 7,33 triliun di 2025, naik 121,11% dari Rp 3,31 triliun di 2024.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 540 di 2025, dari Rp 243 di tahun sebelumnya.
Per 31 Desember 2025, SRTG punya jumlah aset Rp 62,51 triliun. Ini naik dari Rp 57,84 triliun per 31 Desember 2024.
Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Analis Kerek Proyeksi Harga Minyak 2026
Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp 3,59 triliun di akhir Desember 2025, turun dari Rp 6,06 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 58,91 triliun per akhir 2025, naik dari Rp 51,77 triliun di akhir tahun 2024.
SRTG memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 966,36 miliar di akhir Desember 2025, turun dari Rp 1,53 triliun di periode sama tahun lalu.