Cek prospek Astra Otoparts (AUTO) usai raih kenaikan laba pada awal tahun 2026

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten dari grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melaporkan kenaikan kinerja keuangan pada sepanjang kuartal I-2026.

Dalam laporan keuangannya, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 5,25 triliun di periode tiga bulan pertama tahun 2026. Perolehan itu meningkat 7,4% secara year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 4,89 triliun.

Secara rinci, pendapatan pihak ketiga dari segmen lokal mencapai Rp 3,07 triliun dan eskpor Rp 414,66 miliar. Adapun penjualan dari pihak berelasi tercatat Rp 1,77 triliun. 

Sejalan dengan kondisi pendapatan, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 558,94 miliar hingga Maret 2026, naik 10,55% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 505,57 miliar.

Beda Arah Pergerakan Harga Emas Antam dan Emas Dunia, Ini Penyebabnya

Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan pertumbuhan kinerja ini didukung oleh permintaan pasar aftermarket maupun original equipment manufacturer (OEM), serta kontribusi ekspor yang stabil.

Yusak bilang pencapaian kinerja pada kuartal I 2026 ini mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan yang ditopang oleh portofolio produk yang terdiversifikasi dan jaringan distribusi yang luas.

“Perseroan memulai tahun 2026 dengan kinerja yang resilien, di tengah dinamika industri otomotif. Pertumbuhan pada kuartal I 2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” kata Yusak dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai peningkatan kinerja AUTO ditopang oleh permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat, peningkatan volume ekspor, serta efisiensi beban operasional yang mempertebal margin.

Dari sisi prospek, Wafi melihat kinerja AUTO masih cenderung positif, meski dibayangi sejumlah tantangan makro. Penopangnya antara lain ketahanan segmen aftermarket seiring kecenderungan konsumen menunda pembelian kendaraan baru serta peluang ekspansi ke komponen kendaraan listrik (EV) dan pengembangan infrastruktur pengisian daya.

Namun demikian, terdapat sejumlah faktor pemberat, seperti stagnasi penjualan kendaraan baru di segmen OEM, melemahnya daya beli kelas menengah, serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang berpotensi meningkatkan biaya bahan baku.

Rekomendasi Saham

Wafi merekomendasikan hold saham AUTO di level Rp 2.700.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat secara teknikal posisi AUTO masih berada di fase uptrend. 

“Pergerakannya masih disertai dengan munculnya volume pembelian, dengan MACD yang bergerak di area positif dan Stochastic yang goldencross di area overboughtnya,” ucap Herditya. 

Herditya merekomendasikan untuk buy on weakness saham AUTO di target harga Rp 2.870 – Rp 2.920 per saham. Ia juga melihat level support AUTO berada di posisi Rp 2.660 dan resistance Rp 2.830 per saham.

Sebagai informasi tambahan, hingga kuartal I 2026, perusahaan mengoperasikan 659 gerai modern ritel, mencakup 43 gerai Astra Otoservice, 7 gerai Super Shop & Drive, 410 gerai Shop & Drive, 90 gerai Shop & Bike, serta 109 gerai Motoquick.

Untuk memperluas akses pasar, AUTO juga mengembangkan platform astraotoshop yang melayani segmen business to business bagi mitra usaha serta business to consumer bagi pelanggan akhir. Melalui kanal business to consumer, pelanggan dapat melakukan pembelian produk secara online dan memanfaatkan jaringan gerai offline Perseroan untuk layanan pemasangan maupun penggantian.

Dalam mendukung transisi menuju era elektrifikasi, AUTO turut mengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui Astra Otopower yang hingga kuartal pertama 2026 telah mengoperasikan 69 unit di 59 lokasi di Indonesia, untuk meningkatkan peran Perseroan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Ke depan, AUTO akan terus menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026 melalui pengembangan portofolio produk, penguatan jaringan distribusi dan penambahan gerai ritel modern, serta ekspansi baik di pasar domestik maupun ekspor,” tutup Yusak.

Mulia Boga Raya (KEJU) Tebar Dividen Tunai Rp 89,88 miliar dari Laba Bersih 2025

Leave a Comment