Muamalat.co.id JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak mengalami tekanan harga pada sesi pertama bursa hari ini, Senin (11/5/2026).
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan harga paling dalam. Kemudian diikuti oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Secara rinci, harga BMRI siang ini ada di Rp 4.260 atau turun 7,99% dari penutupan terakhir. Untuk diketahui, hari ini merupakan hari ex date atau hari pertama penjualan tanpa dividen BMRI.
Selanjutnya, saham BBRI berada di level Rp 3.210 atau turun 1,53%. Saham BBNI ada di level Rp 3.810 atau turun 1,30%.
BTN Ubah Mekanisme Penyampaian SP Cek dan Bilyet Giro Kosong Mulai 30 Juni 2026
Sedangkan, harga BBCA saat ini ada di Rp 6.125 atau turun 0,81%. BBCA sebenarnya sempat menguat sampai Rp 6.250 tadi pagi.
Sebelumnya, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai, kinerja keempat saham big banks masih sangat positif.
Keempat saham big banks memperoleh peningkatan laba pada kuartal 1-2026. Ini juga didukung dengan penyaluran kredit yang masih terjaga.
Adapun Liza menilai saham BBNI saat ini adalah saham big banks paling murah dari sisi valuasi.
Sedangkan, saham BMRI masih menjadi pilihan paling seimbang antara valuasi, kualitas aset, dan kestabilan pendapatan.
Tambah Jajaran Pengurus, OCBC Angkat Komisaris Baru
Saham BBRI juga semakin menarik untuk dilirik karena fokusnya di segmen ritel dan UMKM. Menurutnya, BBRI memiliki pertumbuhan yang menjanjikan dengan segmen UMKM yang mulai kembali bangkit.
Sementara itu, saham BBCA masih disebut sebagai patokan industri perbankan. Dengan dana murah yang melimpah, BBCA dapat bertahan di tengah gejolak ekonomi.
“Secara keseluruhan, Kiwoom Research saat ini masih overweight pada BMRI dan BBNI karena kombinasi valuasi yang murah, dividen yield menarik, dan momentum earnings yang masih konsisten,” kata Liza