KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (5/6/2026). Sejumlah sentimen masih menahan laju kebangkitan IHSG.
Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup turun 1,70% ke level 5.839,78, setelah sempat menyentuh level terendah di 5.644 pada perdagangan intraday pada Kamis (4/6/2026).
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, tekanan terhadap IHSG masih berlanjut akibat tingginya ketidakpastian di pasar.
“Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sebelumnya akibat maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah rendahnya kepercayaan investor,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/6/2026).
Investor Bisa Raih Rp 27.500/Lot, Hari Ini (5/6) Cum Dividen Saham MERK
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga turut terjun bebas 0,46% ke level Rp 18.049 per dolar Amerika Serikat AS. Ini adalah penutupan terburuk rupiah sepanjang masa.
Dari eksternal, Alrich menambahkan, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi.
Secara teknikal, ia menjelaskan, indikasi pelemahan masih berlanjut. “Terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross di area pivot,” jelasnya.
Untuk itu, Alrich memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji level support di kisaran 5.700-5.800 pada hari ini.
Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan, pergerakan IHSG yang fluktuatif turut dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Menurutnya, pelaku pasar juga mencermati sentimen jangka pendek dari rebalancing indeks global FTSE Russell yang akan efektif pada 22 Juni 2026.
Wall Street Menguat: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertahan Saham Produsen Chip
“Hal ini dapat memengaruhi pergerakan dana pasif asing yang menyesuaikan portofolionya,” ujarnya.
Untuk perdagangan hari ini, Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di level 5.733 dan 5.602 serta resistance di 5.944 dan 6.075.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan mencermati perkembangan global maupun domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG.