Analis yakin hari ini IHSG hijau, ini alasannya

Muamalat.co.id – ,Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Senin (2/2/2026) ini. Sentimen berasal dari pelaku pasar yang merespons positif arah implementasi kebijakan yang telah dicanangkan otoritas terkait delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia.

“Mengikuti perkembangan yang terjadi akhir pekan lalu, Kiwoom Research cukup optimistis bahwa IHSG hari ini berpotensi menguat ke arah target 8.600 sebagai first step, sebelum mencoba menutup gap di area resistance 8.700/8.800–8.873,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, Liza mengatakan keseluruhan langkah cepat aksi kebijakan reformasi berpotensi meredam volatilitas jangka pendek, memulihkan kepercayaan investor, serta menegaskan bahwa arah kebijakan pasar modal tetap konsisten pada penguatan fundamental dan reformasi jangka menengah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memaparkan delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia yang mencakup pilar penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, hingga pendalaman pasar.

Rencana aksi pertama difokuskan pada kebijakan peningkatan batas minimum saham yang dimiliki publik (free float) emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen guna menyelaraskan ketentuan pasar modal Indonesia dengan standar global.

Rencana aksi kedua, otoritas berfokus pada transparansi ultimate beneficial ownership (UBO) serta keterbukaan afiliasi pemegang saham. Langkah ini bertujuan meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia, yang juga diiringi dengan penguatan pengawasan serta penegakan aturan terkait transparansi UBO.

Rencana ketiga, OJK memerintahkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan penguatan data kepemilikan saham agar lebih granular dan andal. Penguatan dilakukan melalui pendetailan tipe investor yang mengacu pada praktik global, serta penguatan ketentuan keterbukaan informasi pemegang saham emiten.

Rencana keempat, otoritas mendorong demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan mitigasi benturan kepentingan. Dalam hal ini, OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk persiapan implementasi demutualisasi bursa efek.

     

Rencana kelima menitikberatkan pada penegakan peraturan dan sanksi. OJK menegaskan penegakan hukum (enforcement) dilakukan secara tegas, konsisten, dan berkelanjutan terhadap berbagai pelanggaran di pasar modal, termasuk manipulasi transaksi saham dan penyebaran informasi menyesatkan.

Rencana keenam berkaitan dengan penguatan tata kelola emiten melalui peningkatan standar tata kelola (governance), termasuk kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit, serta kewajiban kompetensi dan sertifikasi profesi bagi penyusun laporan keuangan emiten.

Rencana ketujuh adalah pendalaman pasar secara terintegrasi melalui akselerasi pendalaman pasar dari sisi permintaan (demand), penawaran (supply), serta infrastruktur secara terkoordinasi.

Rencana kedelapan menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, dari mancanegara, Liza mengatakan pelaku pasar akan mencermati proses lanjutan konfirmasi Ketua Federal Reserve (The Fed) di Senat Amerika Serikat (AS), perkembangan pemungutan suara anggaran pemerintah AS setelah shutdown parsial, serta hasil pertemuan OPEC+.

“Perhatian pasar juga tertuju pada data inflasi lanjutan AS, pergerakan dolar AS, dinamika pasar logam menjelang libur Tahun Baru Imlek China, serta perkembangan politik Jepang menjelang pemilu Majelis Rendah,” ujar Liza.

Data penutupan perdagangan BEI pada Jumat (30/1), IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,52 poin atau 2,52 persen ke posisi 833,53.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.399.348 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,76 miliar lembar saham senilai Rp 41,33 triliun. Sebanyak 551 saham naik, 194 saham menurun, dan 65 saham tidak bergerak.

Leave a Comment