Kredit Konsumsi Bermasalah? BI Ingatkan Risiko NPL Meningkat!

Muamalat.co.id – BUKITTINGGI. Bank Indonesia (BI) mencatat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) kredit konsumsi dalam tren meningkat, seiring dengan melambatnya pertumbuhan kredit konsumsi. Berdasarkan data BI, pertumbuhan kredit konsumsi pada September 2025 melambat menjadi 7,3% secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai Rp 2.307,3 triliun, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,7% yoy atau mencapai Rp 2.295,4…

8 Emiten Gelar Buyback Saham: BUKA, BBCA, Siapa Lagi?

Muamalat.co.id JAKARTA. Sejumlah emiten dari berbagai lintas sektor telah mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham pada awal kuartal IV-2025. Buyback saham adalah proses di mana perusahaan membeli kembali saham yang sudah beredar di pasar dari para investor. Dalam proses ini, perusahaan menggunakan dana yang dimilikinya untuk memperoleh sahamnya sendiri. Berikut delapan emiten yang bakal menggelar buyback saham antara lain: 1. PT…

Chandra Asri Akuisisi SPBU ExxonMobil Singapura: Langkah Ekspansi Strategis?

Muamalat.co.id JAKARTA. Emiten terafiliasi taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement) untuk mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. Aksi korporasi ini dilakukan melalui sebuah special purpose vehicle di bawah anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh Chandra Asri Grup. Presiden…

AMAG Siapkan Rp 90 Miliar untuk Buyback Saham: Peluang Investasi?

Muamalat.co.id JAKARTA. PT Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar yang fluktuatif secara signifikan. Presiden Direktur PT Asuransi Multi Artha Guna, Pankaj Oberoi memaparkan, rencana pembelian kembali saham merujuk pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta POJK Nomor 29…

Ekonomi Asia Terancam: Tarif AS dan Proteksionisme Global Jadi Momok IMF

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Asia 4,5% pada 2025, meski tertekan tarif AS dan proteksionisme. Reformasi struktural diperlukan untuk ketahanan.