BCA & Allo Bank ungkap alasan penurunan bunga kredit masih tertinggal dari BI rate

Muamalat.co.id , JAKARTA – Industri perbankan mengungkapkan alasan penurunan bunga kredit bank masih jauh tertinggal dari penurunan BI Rate. 

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), suku bunga perbankan pada Desember 2025 tercatat turun signifikan, baik pada suku bunga deposito maupun suku bunga kredit. 

Tercatat, suku bunga deposito tenor 1 bulan tercatat turun sebesar 56 basis poin (bps) secara tahunan, dari 4,81% menjadi 4,25%. Suku bunga kredit juga melunak 39 bps, dari 9,20% menjadi 8,81%.

: Siasat Emiten Properti BSDE, MTLA Cs Pacu Kinerja Kala BI Rate Tetap

Menanggapi kondisi ini, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menuturkan bahwa umumnya, penurunan suku bunga kredit perbankan berjalan secara bertahap. 

“Perbankan juga mempertimbangkan berbagai faktor struktural, antara lain biaya dana, struktur pendanaan jangka panjang, profil risiko debitur, serta dinamika likuiditas,” kata Hera kepada Bisnis, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Senada, Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja Rusli mengatakan bank secara prudent menjaga likuiditas internal bank, menyeimbangkan kebutuhan dana untuk disalurkan menjadi pinjaman, dan ketersediaan dana tersebut.

“Banyak faktor penurunan suku bunga kredit bank berjalan lebih lambat dari penurunan BI rate,” ungkap Ganda kepada Bisnis, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Ganda mengungkapkan, faktor-faktor itu di antaranya biaya dana bank yang masih cukup tinggi hingga persaingan antar bank dalam perebutan dana masyarakat untuk disalurkan jadi sumber dana kredit.

: : Potensi Pertumbuhan Kredit UMKM dari Kacamata Permata Bank, Allo Bank, dan BSI

Dia mengatakan, penurunan suku bunga simpanan sejatinya sudah terjadi sejak awal Desember 2025. Pasalnya, kondisi likuiditas perbankan pada akhir 2025 tidak seketat kondisi akhir tahun pada umumnya dan tidak terjadi persaingan suku bunga simpanan perbankan.

“Hal ini salah satunya karena bank-bank Himbara mendapatkan penempatan dana Rp200 triliun dari pemerintah,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Ganda menilai ruang penurunan suku bunga bank lebih terbatas. Sebab, perbankan telah melakukan penyesuaian suku bunga sejak akhir tahun lalu.

“Ruang penurunan suku bunga bank sudah lebih terbatas di 2026,” pungkasnya.

Leave a Comment