Diversifikasi dinilai perkuat prospek SOHO, ini rekomendasi analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Langkah PT Soho Global Health Tbk (SOHO) memperluas diversifikasi bisnis dinilai menjadi strategi jangka panjang yang berpotensi memperkuat kinerja dan valuasi perseroan. Melalui anak usahanya, PT Soho Industri Pharmasi, SOHO mulai merambah industri bahan baku obat tradisional serta jasa pergudangan pada tahun 2026.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, diversifikasi tersebut merupakan strategi backward integration yang memberikan dampak positif terhadap prospek pertumbuhan SOHO ke depan. Produksi bahan baku sendiri dinilai mampu menekan ketergantungan impor sekaligus memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar.

“Di sisi lain, jasa pergudangan dapat memperkuat efisiensi rantai pasok sekaligus menambah sumber pendapatan berulang,” ujar Wafi kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).

Soho Global (SOHO) Perpanjang Fasilitas Kredit dari BNI Senilai Rp 750 Miliar

SOHO sebelumnya mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 28,89% menjadi Rp440,09 miliar per September 2025. Wafi menilai, kinerja tersebut memiliki peluang berkelanjutan seiring keberhasilan perseroan dalam mengeksekusi efisiensi tenaga kerja dan memanfaatkan tren produk herbal nasional.

“Tren produk herbal ini bersifat struktural jangka panjang, bukan musiman. Efisiensi biaya yang sudah berjalan menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga profitabilitas ke depan,” jelasnya.

Meski demikian, kontribusi lini bisnis baru terhadap pendapatan dan margin SOHO pada 2026 diperkirakan masih terbatas. Namun, dampaknya dinilai akan lebih cepat terasa dari sisi peningkatan efisiensi yang berpotensi mendorong margin perseroan.

Saham SOHO Global (SOHO) Dibuka Lagi Setelah Disuspensi, Ini Kata Analis

Menurut Wafi, strategi diversifikasi ini juga membuka peluang re-rating valuasi saham SOHO. Transformasi menjadi perusahaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir dinilai dapat memberikan stabilitas margin yang lebih baik.

“Dengan struktur bisnis yang lebih solid, SOHO berpotensi mendapatkan valuasi premium,” ujarnya.

Untuk 2026, Wafi memproyeksikan laba bersih SOHO masih dapat tumbuh di kisaran 10%-15%. Atas dasar tersebut, KISI Sekuritas merekomendasikan beli saham SOHO dengan target harga Rp4.100.

BEI Suspensi Saham SOHO dan GLOB Mulai Hari Ini (27/10)

Leave a Comment