Harga emas cetak rekor, Maybank Sekuritas kerek target harga saham Antam (ANTM)

Muamalat.co.id  JAKARTA. Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga dinaikkan menjadi Rp 4.500 per saham, dari sebelumnya Rp 3.650. Revisi ini menurut Maybank Sekuritas mencerminkan prospek kinerja yang semakin solid, terutama dari transformasi segmen emas yang kini menjadi bantalan laba utama emiten yang kerap disebut dengan Antam.

Dalam riset 6 Februari 2026, analis Maybank Sekuritas Hasan Barakwan menyebutkan, kenaikan target harga tersebut didasarkan pada peningkatan proyeksi laba, seiring dengan menguatnya harga emas global serta perbaikan margin yang didorong oleh strategi pasokan domestik.

“Kombinasi pertumbuhan volume penjualan emas berbasis ritel yang berkelanjutan dan ekspansi margin dari domestik di tengah harga emas yang mencetak rekor memberikan dasar yang kuat bagi pertumbuhan laba ANTM,” tulis Hasan dalam risetnya.

BEI Pastikan Pemenuhan Free Float Dilakukan Terukur dan Bertahap

Maybank Sekuritas memperkirakan volume penjualan emas ANTM pada tahun 2026 mencapai 40 ton, atau tumbuh 8% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya minat investasi ritel yang masih kuat, seiring fenomena gold frenzy yang diperkirakan berlanjut sepanjang tahun fiskal.

Di sisi pasokan, Hasan optimistis kendala feedstock yang terjadi sejak semester I 2025 akan mereda. Penambang pihak ketiga diproyeksikan beralih ke penjualan domestik guna menghindari pajak ekspor, sehingga menciptakan rantai pasok yang lebih stabil bagi ANTM untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Hasan juga menyoroti tren bullish harga emas yang masih terjaga, dengan harga spot saat ini menguji level US$ 5.000 per ons, melonjak sekitar 16% sejak awal tahun dan jauh di atas rata-rata tahun 2025 di kisaran US$ 3.500 per ons troi.

Menurut Hasan, pergeseran strategis ANTM ke sumber pasokan domestik menggantikan volume impor berbiaya tinggi akan menghilangkan beban premi impor dan mendorong ekspansi margin pada segmen perdagangan emas. “Perbaikan struktural biaya ini, dikombinasikan dengan harga emas yang tinggi, akan menjadi penopang kuat laba ANTM pada tahun 2026,” jelasnya.

Sejalan dengan asumsi harga komoditas yang lebih agresif, Maybank Sekuritas menaikkan proyeksi laba ANTM periode tahun 2025–2027 sebesar 8,5% hingga 22%. Revisi ini memasukkan asumsi harga emas baru sebesar US$ 5.000 per troi ons sebelumnya US$ 3.000 serta kenaikan asumsi harga bijih nikel pada tahun 2025 menjadi US$ 50 per ton dari sebelumnya US$ 45 per ton.

Meski demikian, Hasan mengingatkan persetujuan RKAB tahun 2026 masih menjadi risiko utama. Namun, Maybank tetap mempertahankan asumsi volume penjualan bijih nikel sebesar 16 juta ton per tahun untuk tahun 2026–2027, sejalan dengan kuota sebelumnya.

Persaingan Normal, Harga Mulai Naik Prospek Semen Kian Cerah di 2026

Dengan fondasi kinerja yang semakin kuat dan dukungan harga komoditas, Maybank Sekuritas menilai valuasi ANTM layak untuk ditingkatkan dan tetap menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Maybank Sekuritas memperkirakan pendapatan ANTM pada tahun 2025 bisa naik 26,37% secara tahunan mencapai Rp 87,44 triliun. Sementara laba bersih Antam pada tahun 2025 diperkirakan melejit 112,6% secara tahunan menjadi Rp 7,76 triliun.

Pada tahun 2026, Maybank Sekuritas memproyeksi pendapatan dan laba bersih Antam masing-masing menjadi Rp 127,97 triliun dan Rp 6,58 triliun. 

Leave a Comment