Muamalat.co.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam hingga menembus 8 persen pada perdagangan hari ini dan memicu mekanisme trading halt di Bursa Efek Indonesia. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global serta sentimen kehati-hatian investor terhadap pasar saham Indonesia seiring dengan statement MSCI.
“Beberapa catatan dari MSCI belakangan, terutama terkait transparansi pasar saham Indonesia ini perlu dilihat secara konstruktif. Koreksi pasar saat ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan struktur pasar saham Indonesia secara lebih serius,” ujarnya.
Kedepan kita harus memberikan good governance di pasar saham, sehingga harga saham bisa mencerminkan fundamental yang ada, dan kondisi win-win untuk seluruh pelaku pasar harus diutamakan. Kondisi yang baik bisa meningkatkan posisi kita dalam emerging market, jangan sampai dikarenakan governance yang kurang rapi, kita diturunkan ke status frontier market, ujar Fakhrul.
Menurutnya, pasar saham yang sehat tidak hanya ditopang oleh kinerja indeks, tetapi oleh kualitas tata kelola dan kepercayaan investor.
Jelang Lawan Benfica, Jose Mourinho Doakan Alvaro Arbeloa Bisa Sukses di Real Madrid
“Pasar saham yang baik adalah pasar yang transparan, kredibel, dan memberikan perlindungan yang kuat bagi investor, khususnya investor minoritas. Kepercayaan jangka panjang dibangun dari governance yang baik, keterbukaan informasi, serta perlakuan yang adil bagi seluruh pelaku pasar,” jelas Fakhrul. Semua investor, baik local ataupun asing harus merasakan fairness dalam pasar saham.
Terkait penerapan trading halt oleh Bursa Efek Indonesia, Fakhrul menilai langkah tersebut sudah tepat untuk meredam kepanikan pasar.
“Mekanisme trading halt merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan mencegah reaksi berlebihan di tengah pergerakan ekstrem. Ini memberi ruang bagi pasar untuk mencerna informasi secara lebih rasional,” katanya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara bursa dan otoritas terkait. “Ke depan, fokus tidak hanya pada stabilisasi jangka pendek, tetapi juga pada penguatan struktur pasar, peningkatan transparansi, serta perlindungan investor agar pasar saham Indonesia semakin kredibel dan berdaya saing di tingkat global,” tutup Fakhrul.