IHSG berpeluang tertekan, cermati saham rekomendasi analis pada Kamis (22/1)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026). IHSG merosot 1,36% ke level 9.010,33 seiring tekanan aksi jual investor asing yang mencapai Rp 1,9 triliun di seluruh pasar.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai, pelemahan IHSG dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik global, terutama terkait langkah Amerika Serikat.

Selain itu, keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di level 4,75% direspons moderat oleh pasar karena sudah sesuai ekspektasi, meski berdampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Tekanan eksternal masih cukup kuat, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ujar Audi kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).

IHSG Berpotensi Menguat Usai Cetak Rekor, Cek Saham Pilihan Analis, Kamis (15/1)

Dari sisi komoditas, Audi mencermati kenaikan harga aset safe haven seperti emas yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 4.860 per troy ounce.

Kenaikan harga emas tersebut dinilai berkorelasi positif terhadap pergerakan saham-saham emiten terkait yang cenderung menguat.

Untuk perdagangan Kamis (22/1/2026), Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam tekanan meski relatif terbatas. IHSG diproyeksikan bergerak di rentang support 8.950 dan resistance 9.105.

“Secara teknikal, indikator MACD berpotensi membentuk death cross, sementara RSI menunjukkan penurunan yang cukup tajam,” ujar Audi.

Ia menambahkan, pergerakan pasar ke depan masih akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen utama.

  ADRO Chart by TradingView  

Pertama, berlanjutnya penguatan aset safe haven seiring meningkatnya tensi geopolitik global dan dampak rencana tarif baru AS.

Kedua, dari eksternal, pelaku pasar akan mencermati rilis data core PCE index Amerika Serikat. Jika data tersebut meningkat sesuai ekspektasi, hal ini berpotensi mendorong sikap dovish The Fed.

Prospek Saham Rokok Diproyeksi Cerah di 2026, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Adapun saham pilihan Kiwoom Sekuritas secara teknikal antara lain EMTK dengan rekomendasi speculative buy, dengan level support Rp1.020 dan resistance Rp1.180.

Selain itu, ADRO direkomendasikan buy on break di level Rp2.300, dengan support Rp2.150 dan resistance Rp2.430.

Leave a Comment