KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan hari ini. Pelemahan pasar dinilai lebih banyak dipicu respons investor terhadap keluarnya sejumlah Self Regulatory Organization (SRO) akhir pekan lalu, ketimbang sentimen fundamental baru.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan tekanan IHSG mencerminkan fase penyesuaian pasar terhadap dinamika kelembagaan di bursa. Meski begitu, ia menilai muncul sinyal awal perbaikan sentimen seiring mulai masuknya kembali dana asing.
Cek Instrumen Investasi Pilihan Saat IHSG Alami Tekanan
“Market sebelumnya memang menantikan hasil pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI yang sudah berlangsung tadi, terutama terkait penyesuaian aturan free float dari 7,5% menjadi 15%,” ujar Nafan kepada Kontan, Senin (2/2/2026).
Ia mencatat, pada penutupan perdagangan hari ini terjadi net foreign buy, yang menunjukkan sebagian investor global mulai kembali masuk ke pasar saham domestik. Di sisi lain, sejumlah saham blue chip lama juga terlihat menguat terbatas setelah tertekan cukup dalam sebelumnya.
Ini Hasil Pertemuan SRO dengan MSCI, Ada Tiga Poin yang Jadi Concern
“Adanya net buy asing ini semestinya menjadi sinyal positif, khususnya jika dinamika hasil perundingan dengan MSCI dinilai positif oleh pasar,” tambahnya.
Menurut Nafan, koreksi IHSG saat ini lebih bersifat reaksi jangka pendek atas faktor teknis dan psikologis pasar. Investor masih mencerna implikasi keluarnya SRO serta arah reformasi pasar modal yang sedang dijalankan regulator.
Untuk perdagangan selanjutnya, ia menilai peluang respons pasar akan sangat bergantung pada bagaimana pelaku pasar memaknai langkah konkret OJK, BEI, dan KSEI pasca pertemuan dengan MSCI.
Hasil Pertemuan dengan MSCI Bisa Beri Sinyal Awal Pemulihan Pasar