Kinerja Japfa (JPFA) ditopang sentimen percepatan SPPG, cek rekomendasi sahamnya

Muamalat.co.id – JAKARTA. Prospek PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dinilai semakin solid seiring percepatan implementasi program nasional pemenuhan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Semakin bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi akan menjadi motor utama peningkatan permintaan unggas secara struktural pada tahun ini.

Paulina Margareta Analis Maybank Sekuritas Indonesia memperkirakan, sekitar 17.500 unit SPPG yang saat ini telah beroperasi berpotensi mendorong permintaan unggas tumbuh sekitar 18% secara tahunan YoY pada tahun buku 2026. 

Bahkan, apabila target pemerintah mencapai 35.000 SPPG terealisasi sepenuhnya pada 2026, kenaikan permintaan unggas diperkirakan bisa mencapai 36% YoY. 

Soho Global (SOGO) Lakukan Divesifikasi Bisnis, Simak Rekomendasi Sahamnya

“Kenaikan jumlah SPPG dalam beberapa waktu terakhir menegaskan cepatnya implementasi program nasional ini,” ujar Paulina dalam riset 19 Desember 2025.

Dari sisi kebijakan, komitmen pemerintah juga tercermin dari alokasi anggaran negara tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun untuk program nasional tersebut. 

Besarnya dukungan fiskal ini dinilai menempatkan program pemenuhan gizi sebagai katalis utama bagi sektor unggas, sekaligus membuka ruang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi pelaku usaha terintegrasi seperti JPFA.

Di sisi lain, Ezaridho Ibnutama Analis NH Korindo Sekuritas menilai penguatan strategi hilir dinilai semakin meningkatkan kualitas laba JPFA.

Perseroan terus memperluas bisnis pengolahan unggas dan produk konsumen. Belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2025 dipandu sebesar Rp 2,2 triliun hingga Rp 2,5 triliun, dengan sekitar 80% dialokasikan untuk bisnis unggas.

Lakukan Co-Investment di 10 Film Layar Lebar, Folago (IRSX) Bidik Imbal Hasil 200%

Ezaridho memperkirakan segmen pengolahan unggas dan produk konsumen akan tumbuh 19% pada sepanjang tahun 2025, didukung tingkat utilisasi yang solid sebesar 72%, sehingga mendorong pergeseran sumber pendapatan ke produk bernilai tambah lebih tinggi.

Dengan begitu pada periode selanjutnya, Ezaridho juga menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan JPFA pada tahun dan tahun 2027 masing-masing menjadi 12% YoY dan 13% YoY. 

“Kondisi ini mencerminkan momentum hilir yang lebih kuat serta lingkungan harga unggas yang lebih resilien, didukung oleh permintaan MBG. Selain itu didorong oleh inovasi produk yang berkelanjutan serta ekspansi merek,” ujar Ezaridho dalam riset 24 Desember 2025.

Selain faktor permintaan, kualitas laba JPFA juga diproyeksikan membaik seiring penguatan lini produk konsumen.

Langkah ini dinilai sebagai faktor struktural positif karena dapat memperbaiki bauran pendapatan dan mengurangi ketergantungan terhadap volatilitas harga livebird.

Paulina menambahkan, kontribusi produk konsumen yang diperkirakan mencapai sekitar 17% dari total penjualan JPFA pada sepanjang 2026 berpeluang tumbuh di atas 20% YoY. 

Di sisi lain Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mencatat Hingga kuartal III 2025, JPFA mencatatkan laba per saham (earnings per share/EPS) sekitar Rp 101 per saham, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 53 per saham.

Perbaikan kinerja tersebut turut didukung oleh peningkatan margin usaha dan efisiensi biaya input. 

Margin JPFA membaik seiring relatif turunnya harga bahan pakan, khususnya soybean meal, sementara harga ayam hidup (live bird) serta kontribusi produk hilir masih berada pada level yang mendukung kinerja pendapatan dan profitabilitas perseroan.

“Dari sisi valuasi, saham JPFA juga dinilai masih menarik,” ujar Nafan kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).

Dengan rasio price to earnings (PE) sekitar 9,2 kali, saham JPFA dapat dikategorikan sebagai saham berharga murah (cheap stock) dibandingkan dengan prospek pertumbuhan kinerja ke depan.

Dengan pertimbangan di atas, Nafan merekomendasikan Add saham JPFA dengan target Rp 2.980 per saham. 

Ada pun Paulina merekomendasikan buy saham JPFA dengan target Rp 3.200 per saham.

Ezaridho juga merekomendasikan buy saham JPFA dengan target Rp 3.300 per saham.

Leave a Comment