Harga Logam Industri Bergerak Variatif, Nikel Masih Tertekan oleh Surplus Pasokan

Muamalat.co.id – JAKARTA. Harga logam industri bergerak variatif di tengah perbedaan kondisi fundamental masing-masing komoditas. Mengutip London Metal Exchange (LME), harga tembaga tiga bulan naik 1,45% menjadi US$ 10.975 per ton. Sementara itu, menurut Trading Economics per Kamis (27/11) pukul 16.13 WIB, harga aluminium melemah 0,88% ke US$ 2.846 per ton dan harga nikel turun 0,20% ke US$ 14.816 per ton. Analis Doo Financial Futures Lukman…

Kinerja Indeks Sektor Barang Material Mulai Tertinggal, Cek Rekomendasi Sahamnya

Muamalat.co.id JAKARTA. Kinerja indeks saham sektor barang material (IDX Basic Materials) tampak mengalami perlambatan dan tertinggal dibandingkan indeks sektoral lainnya. Terlepas dari itu, indeks sektor barang material tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi para investor. Seperti yang diketahui, kinerja IDX Basic Materials tumbuh 2,39% ke level 1.994,87 dalam sebulan terakhir hingga Kamis (27/11). Kinerja indeks sektoral ini kalah…

Sejumlah Saham Masuk Radar UMA, Perhatikan Catatan Analis Berikut

Muamalat.co.id JAKARTA. Sejumlah saham kembali masuk pengawasan Unusual Market Activity (UMA) setelah mengalami lonjakan harga yang dinilai tidak wajar. Adapun saham yang dimaksud adalah PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Sanurhastra Mitra Tbk (MINA), PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), serta PT Mahkota Group Tbk (MGRO). Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai…

Saham Big Banks Kompak Melemah pada Penutupan Bursa Kamis (27/11)

Muamalat.co.id JAKARTA. Saham empat bank jumbo atau big banks (BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI) kompak ditutup melemah pada perdagangan Kamis (27/11/2025). Hingga pukul 16:00 WIB, seluruh emiten perbankan tersebut bergerak di zona merah seiring tekanan jual yang masih mendominasi sektor keuangan. Penurunan terdalam tercatat pada saham Bank Mandiri (BMRI), sementara pelemahan terdangkal dialami Bank Central Asia (BBCA). Baca Juga: IHSG Melemah 0,65%…

Saham Kalbe (KLBF) yang Turun Kasta ke MSCI Small Cap, Simak Rekomendasinya

Muamalat.co.id JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dinilai masih defensif di tengah sejumlah sentimen negatif yang membayangi. Asal tahu saja, KLBF turun kasta pada kocok ulang indeks MSCI Indonesia edisi November 2025. Sebelumnya, KLBF ada di dalam indeks MSCI Indonesia Global Standard. Namun, pada rebalancing periode November 2025, KLBF turun kasta ke MSCI Indonesia Small Cap. Melansir RTI, saham KLBF sudah turun 6,84% dalam sebulan…

Hadapi Tekanan Harga Batubara, Indika Energy (INDY) Fokus Lakukan Efisiensi

Muamalat.co.id JAKARTA. Kinerja PT Indika Energy Tbk (INDY) mengalami tekanan seiring lesunya harga dan permintaan batubara. INDY pun telah menyiapkan strategi antisipasi untuk mempertahankan kinerja dalam waktu dekat. Mengutip materi paparan publik, pendapatan INDY terkoreksi 19,1% year on year (yoy) menjadi US$ 1,44 miliar per kuartal III-2025. Pada saat yang sama, laba bersih INDY tergerus 98,6% yoy menjadi tinggal US$ 0,5 juta. Penurunan ini…

Tanggapi Rancangan Peraturan Pemerintah Demutualisasi, BEI Lakukan Kajian Mendalam

Muamalat.co.id JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan kajian sebagai respons terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai demutualisasi bursa efek. Adapun RPP tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan alias UU P2SK. Kebijakan tersebut mengatur perubahan struktur kelembagaan BEI, dari bursa yang dimiliki sepenuhnya oleh anggota bursa (mutual…

IHSG Melemah 0,65% ke 8.545 pada Kamis (27/11/2025), BUMI, AADI, TLKM Top Losers LQ45

Muamalat.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 56,26 poin atau 0,65% ke 8.545,86 pada akhir perdagangan Kamis (27/11/2025). Sebanyak 283 saham naik, 382 saham turun dan 144 saham stagnan. Lima indeks sektoral menguat, sedangkan enam indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor properti yang naik 1,88%, sektor perindustrian naik 0,54% dan sektor barang baku…

Indika Energy (INDY) Akan Uji Coba Produksi Emas dari Proyek Awak Mas di Akhir 2026

Muamalat.co.id JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) berupaya mempercepat proses pengembangan tambang emas Awak Mas yang dikelola anak usahanya PT Masmindo Dwi Area. Harapannya, INDY bisa memulai uji coba produksi emas dari tambang tersebut pada tahun depan. Director & Group Chief Financial Officer Indika Energy Retina Rosabai menyampaikan, saat ini pihaknya masih menjalankan proses konstruksi tambang emas Awak Mas yang akan menjadi tonggak utama…