Muamalat.co.id JAKARTA. Penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2025 telah melampaui target Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada 2025, penghimpunan dana yang dilakukan korporasi mencapai Rp 274,80 triliun.
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK menuturkan penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal menunjukkan tren yang positif.
“Total nilai penawaran umum mencapai Rp 274 triliun, di atas target Rp 220 triliun. Ini termasuk di dalamnya 20 emiten baru yang melakukan Initial Public Offering (IPO),” jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026).
OJK Catat Nilai Transaksi Kripto Turun 12,22% pada Desember 2025
Jika dirinci, dari 20 emiten baru itu dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp 14,41 triliun. Lalu dari gelaran Penawaran Umum Terbatas (PUT) mencapai Rp 47,97 triliun.
Kemudian ada penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dari 11 korporasi dengan total dana Rp 10,63. Penghimpunan dana paling banyak ada di PUB EBIS Tahap I dan II senilai Rp 201,80 triliun dari 170 penerbitan.
Sementara itu, di pipeline OJK terdapat 29 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif mencapai Rp 22,28 triliun. Rinciannya, 10 rencana IPO dengan perkiraan nilai sebesar Rp 1,66 triliun.
Kemudian ada tiga perusahaan akan melakukan PUT senilai Rp 6,66 triliun. Lalu, empat rencana penawaran umum EBUS sebesar Rp 10,63 triliun dan 12 rencana penerbitan PUB EBIS Tahap I dan II senilai Rp 11,17 triliun.