Pertamina Geothermal (PGEO) gelar RUPSLB, tunjuk Ahmad Yani jadi direktur utama baru

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menunjuk direktur utama baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Selasa (20/1).

Dalam RUPSLB, PGEO menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, menggantikan Julfi Hadi. Rapat juga menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi, menggantikan posisi terdahulu Ahmad Yani.

Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk sejak 2023. Ia memiliki rekam jejak panjang serta pengalaman mendalam di industri panas bumi.

Selama menjabat, Ahmad Yani berkontribusi signifikan dalam menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi pembangkitan, serta memastikan pengelolaan operasional yang berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perseroan.

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Akan Bangun PLTP Baru, Cek Rekomendasinya

Ahmad Yani mengaku berkomitmen untuk meneruskan kepemimpinan perseroan sekaligus menjaga kesinambungan visi strategis yang telah dibangun. Menurutnya, di tengah momentum transformasi sektor energi yang semakin menguat, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi.

“PGE menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Langkah ini ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (20/1).

Komisaris Utama PGEO, Gigih Udi Atmo, menyampaikan penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama menjadi langkah strategis perseroan untuk memastikan arah bisnis tetap berjalan seiring dengan target yang telah ditetapkan.

PGEO pun optimistis keputusan strategis ini membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional perseroan yang lebih luas ke depan.

“Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kontan, Selasa (20/1).

Pada kesempatan yang sama, para pemegang saham mengukuhkan dengan hormat pemberhentian Julfi Hadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama PGE. Keputusan ini sebagai tindak lanjut atas surat pengunduran diri yang diterima perseroan pada 25 November 2025.

  PGEO Chart by TradingView  

Gigih pun turut memberikan apresiasi atas kontribusi Julfi Hadi selama masa kepemimpinannya sejak 2023. “Selama masa jabatannya, Bapak Julfi Hadi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat fondasi bisnis perseroan,” katanya.

Sementara itu, Andi Joko Nugroho dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, menggantikan Ahmad Yani. Andi Joko Nugroho sebelumnya merupakan VP Operation & Engineering PGE.

Dengan adanya pergantian ini, susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menjadi sebagai berikut:

Susunan Komisaris

  • Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo

  • Komisaris: John Anis

  • Komisaris: Abdulla Zayed

  • Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya

  • Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah

Susunan Direksi

  • Direktur Utama: Ahmad Yani

  • Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi

  • Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho

  • Direktur Keuangan: Yurizki Rio

Leave a Comment