Anak-anak sekolah di sekitar Sungai Ciharuman, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dahulu harus basah-basahan menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah.
Kini, dengan adanya Jembatan Gantung Ciharuman yang telah selesai dibangun, anak-anak dan warga dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Pembangunan jembatan dilakukan oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Proses pembangunan dimulai pada akhir November 2025 dan selesai pada awal Januari 2026.
Jembatan gantung dengan panjang 37 meter dan lebar 1,5 meter ini menghubungkan Desa Harumandala, Kabupaten Pangandaran, dengan Dusun Mekar Haruman, Desa Sindang Asih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.
Pembangunan Jembatan Gantung Ciharuman diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Ini sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan,” dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah, Sabtu (17/1).
Di Jawa Barat, terutama di daerah perdesaan, fenomena anak-anak dan warga yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah atau beraktivitas sudah lama menjadi sorotan.
Banyak daerah di Jawa Barat teridentifikasi sebagai area rawan akses karena kurangnya jembatan penghubung.
Tidak jarang warga harus menggunakan rakit, berenang, atau berjalan memutar jauh untuk mencapai sekolah atau ladang mereka. Isu ini juga mendorong respons pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jembatan demi keselamatan dan mobilitas masyarakat.