Rekomendasi saham Jumat (23/1), BRI Danareksa: Buy HMSP, AADI, SRTG dan sell FUTR

Muamalat.co.id  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,20% ke level 8.992 pada perdagangan Kamis (22/1/2026).

Tekanan jual asing masih terasa, dengan net foreign sell Rp964,14 miliar di pasar reguler.

Pelemahan terjadi meski IHSG sempat menguat di awal sesi seiring meredanya sentimen tarif Amerika Serikat–Eropa.

Namun, aksi jual pada saham-saham konglomerasi, terutama BUMI, PTRO, dan DEWA, membatasi ruang penguatan indeks.

Harga Dua Saham Blue Chip Ini Bangkit Karena Kabar Buyback, Saatnya Beli / Jual?

Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan peluang menutup gap di area 8.945, sementara resistance berada di 9.074.

Meski risiko geopolitik global cenderung mereda, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Hal ini tercermin dari harga emas yang masih bertahan di atas US$4.900 per ons.

Pada perdagangan hari ini, pelaku pasar akan mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) serta rilis M2 Money Supply Indonesia sebagai katalis pergerakan selanjutnya.

Sementara itu, semalam indeks bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average naik 0,63% ke level 49.384,01, S&P 500 menguat 0,55% ke 6.913,35, dan Nasdaq Composite naik 0,91% ke level 23.436,02.

Saham Konglomerasi 2026: Grup Lippo Melesat, Prajogo Justru Anjlok!

Berikut rekomendasi saham mengacu pada Sajian Pagi Menu Trading BRI Danareksa Sekuritas (SAPA MENTARI) untuk perdagangan Jumat (23/1/2026):

BUY STOCKPICK – HMSP (Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk)

Secara teknikal pada grafik 1 jam, saham HMSP berhasil menembus area resistance di 795–805 dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di 840–860.

Sentimen positif datang dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka peluang penambahan lapisan (layer) cukai rokok melalui skema baru khusus rokok lokal. Dalam skema tersebut, rokok ilegal akan dikenakan tarif tersendiri.

Trading Plan (Day Trade):

  • Buy : 800 – 815
  • R1 : 840
  • R2 : 860
  • SL : < 790

Wall Street Ditutup Naik Kamis (22/1), Terdorong Pelonggaran Tarif dan Data Positif

  HMSP Chart by TradingView  

BUY STOCKPICK – AADI (Adaro Andalan Indonesia Tbk)

Pada perdagangan terakhir, AADI mampu menembus resistance di 7.750 dan membentuk pola Inverse Head and Shoulders (InHS). Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju 8.275–8.650 masih terbuka.

Dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan net buy Rp67,57 miliar di pasar reguler.

Trading Plan (Swing Trade):

  • Buy : 7.750 – 7.975
  • R1 : 8.275
  • R2 : 8.650
  • SL : < 7.600

Asing Net Sell Jumbo Rp 1,3 Triliun, Cek Saham yang Banyak Dilego, Kamis (22/1)

BUY STOCKPICK – SRTG (Saratoga Investama Sedaya Tbk)

Saham SRTG mampu melakukan pullback dan bertahan di atas area support 1.755–1.820. Potensi penguatan masih terbuka dengan target resistance di 2.020–2.150.

Kenaikan saham SRTG turut didorong sentimen penguatan portofolio investasinya, seperti ADRO dan AADI, yang dalam beberapa hari terakhir mencatatkan kenaikan signifikan.

Trading Plan (Swing Trade):

  • Buy : 1.820 – 1.900
  • R1 : 2.020
  • R2 : 2.150
  • SL : < 1.750

Wall Street Menguat Didukung Pelonggaran Tarif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

SELL STOCKPICK – FUTR (Futura Energi Global Tbk)

Pada perdagangan terakhir, saham FUTR kembali melemah signifikan dan menembus support penting di level 570. Waspadai potensi pelemahan lanjutan dengan area support berikutnya di 500–400.

Pengendali baru FUTR, PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), mengumumkan rencana tender offer wajib atas 1,5 miliar saham atau setara 22,5% dengan harga penawaran Rp79 per saham.

Trading Plan (Sell):

  • Last Price : 515
  • Next Support : 400 – 500

Leave a Comment