Muamalat.co.id JAKARTA. Saham Diamond Citra Propertindo (DADA) pada sesi siang pada Kamis 8 Januari 2026 ditutup naik 11,67% di level Rp 67 per saham. Sebelumnya saham DADA sempat menyentuh level tertinggi di Rp 71 per saham atau naik 18,33 per saham dari hari sebelumnya.
Secara fundamental manajemen dalam rilis menjelaskan ke depan Diamond Citra Propertindo (DADA) akan memperkuat posisinya sebagai emiten properti yang menitikberatkan pada kualitas produk dan disiplin pengembangan.
Manajemen mengklaim sejak saham DADA tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 14 Februari 2020 terus membangun rekam jejak dengan pendekatan pengembangan yang terukur serta fokus pada nilai jangka panjang.
Saham Diamond Citra (DADA) Tiba-tiba Melejit hingga Sempat Sentuh ARA
“Konsistensi tersebut tercermin dari diraihnya penghargaan Indonesia My Home Award (IMHA) pada November 2025 melalui proyek Apple 3 Condovilla,” jelas Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan dalam rilis. IMHA adalah ajang apresiasi properti yang menilai proyek secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, desain, hingga kontribusinya terhadap perkembangan industri.
Apple 3 Condovilla dinilai merepresentasikan strategi DADA dalam menghadirkan hunian yang menggabungkan kualitas desain, kenyamanan, serta potensi nilai investasi. Proyek ini dikembangkan untuk menyasar kebutuhan segmen urban yang semakin selektif terhadap produk properti.
Bayu Setiawan, menilai penghargaan tersebut sebagai validasi atas arah strategis DADA. Menurutnya, sebagai perusahaan terbuka, DADA berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi portofolio dan penerapan standar kualitas yang konsisten.
“Raihan Indonesia My Home Award melalui Apple 3 Condovilla menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang kami terapkan di DADA berada pada jalur yang tepat. Sebagai perusahaan terbuka, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk properti yang tidak hanya unggul dari sisi desain dan kualitas, tetapi juga memberikan nilai berkelanjutan bagi konsumen dan pemegang saham,” ujar Bayu dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Apple 3 Condovilla merupakan hunian berkonsep condovilla modern yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan proyek-proyek DADA berikutnya, terutama dalam menjaga konsistensi desain, perencanaan, dan tata kelola pengembangan.
Di tengah dukungan stimulus fiskal, seperti kebijakan PPN ditanggung pemerintah, sektor properti residensial masih menunjukkan peluang pertumbuhan, khususnya pada segmen tertentu. Dalam konteks tersebut, DADA memandang penguatan reputasi dan kualitas produk sebagai faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Ke depan, DADA menargetkan pengembangan portofolio secara selektif di lokasi strategis, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan bisnis.
Setelah Getol Jualan, Pengendali Diamond Citra (DADA) Beli Lagi Saat Harga Anjlok
“Validasi dari lembaga independen tentunya kami harapkan mampu memperkuat reputasi perusahaan di mata investor, sekaligus mendukung prospek pertumbuhan DADA dalam jangka menengah dan panjang,” tutur dia.
Manajemen DADA dalam keterbukaan informasi di BEI memaparkan sejumlah aset yang dimilikinya. DADA mengaku berkantor Dave Apartment Jl. Palakali, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Sementara lokasi persediaan DADA diantaranya Apple 1 Condovilla, JL. Jatipadang Raya No 42A Rt 008 Rw 003 Jati Padang Pasar Minggu Jakarta Selatan.
DADA juga memiliki lokasi persediaan Apple 3 Condovilla di Jl. Karang Tengah Raya No.4, Karang Tengah, Lebak Bulus, Kecamatan. Cilandak, Kota Jakarta Selatan.
Tak hanya itu properti investasi DADA diantaranya. Rencana bangun Condovilla di Jl. Siaga Raya, PejatenBarat Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Lahan ini seluas 3.393 m2.
Aset di Jl. M Natsir, Kota Depok seluas 17.573 m2 yang akan dibangun rumah tapak. Dan satu lagi lahan seluas 42.826 m2 yang akan dibangun rumah tapak di Jl. Raya Bogor Km. 51, Ciluar, Kabupaten Bogor.
DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus per Jumat (10/10), Cek Laju Sahamnya