Muamalat.co.id JAKARTA. Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bergerak turun pada Senin (5/1/2026). Hingga pukul 11.08 WIB, saham INET turun 23,38% di level Rp 590 per saham.
Penurunan ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia pada Jumat (2/1/2026) menetapkan harga teoritis saham INET untuk aksi korporasi hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.
Harga saham INET pada saat akhir cum di Pasar Reguler tanggal 2 Januari 2026 tercatat pada harga Rp 770, dengan demikian harga teoretis untuk pedoman tawar menawar dan penghitungan Indeks Harga Saham BEI serta indeks harga saham individual ditetapkan berdasarkan formula adalah Rp 472,857 per saham.
Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas Selain Saham DEWA dan BRMS
Perhitungan tersebut mempertimbangkan rasio HMETD INET adalah 3:4 untuk saham. Artinya setiap pemegang 3 saham lama INET mempunyai 4 HMETD untuk membeli 4 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham.
Sehingga menurut Pande Made Kusuma Ari A Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan, harga teoretis saham INET yang dicantumkan di JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada tanggal 5 Januari 2026 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp 472.
Sementara harga dasar untuk penghitungan harga saham INET Rp 61,91.