Muamalat.co.id JAKARTA. Di tengah pertumbuhan industri aset digital yang makin kompetitif, PT Indodax Nasional Indonesia menegaskan strategi bisnisnya dengan menempatkan edukasi dan pengembangan talenta sebagai fondasi utama.
Pendekatan ini ditujukan untuk membangun basis pengguna yang matang, rasional, dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar lonjakan transaksi jangka pendek.
Sejak berdiri pada 2014, Indodax memperluas model bisnisnya dari sekadar platform perdagangan kripto menjadi pusat literasi aset digital.
Dengan basis lebih dari 9,8 juta anggota, perusahaan ini aktif mengedukasi publik melalui Indodax Academy, kanal yang membahas blockchain, Bitcoin, mining, hingga berbagai produk kripto lain.
Kapitalisasi Pasar Kripto Menurun, Bagaimana Proyeksi Pergerakan Bitcoin?
Strategi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman risiko dan mendorong prinsip Do Your Own Research (DYOR) sebelum pengguna mengambil keputusan investasi.
Pendekatan edukatif tersebut dinilai krusial di tengah volatilitas pasar kripto. Dengan literasi yang lebih baik, pengguna diharapkan tidak terjebak euforia sesaat atau Fear of Missing Out (FOMO), sehingga keputusan transaksi lebih terukur dan berorientasi jangka panjang.
Bagi Indodax, kualitas keputusan pengguna berbanding lurus dengan kesehatan ekosistem dan keberlanjutan bisnis.
Di sisi hulu, Indodax juga berinvestasi pada penguatan sumber daya manusia melalui program literasi Web3 Developer.
Program ini fokus pada pelatihan dan mentoring bagi pengembang lokal agar memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Web3.
Langkah ini sekaligus menyiapkan pasokan talenta yang mampu mendorong inovasi produk dan layanan berbasis blockchain di dalam negeri.
Transaksi Kripto di Indodax Capai Rp 201 Triliun Tahun 2025
CEO Indodax, William Sutanto, menegaskan bahwa pertumbuhan industri tidak cukup ditopang oleh jumlah pengguna semata.
“Kami melihat edukasi dan pengembangan talenta sebagai investasi bisnis jangka panjang. Ekosistem yang kuat lahir dari pengguna yang paham risiko dan SDM yang menguasai teknologinya,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (13/2/2026).
Konsistensi strategi tersebut turut mendapat pengakuan. Indodax masuk dalam daftar 26 perusahaan penerima Fortune Indonesia Change the World 2025, sebuah apresiasi bagi perusahaan yang dinilai memberi dampak nyata melalui kegiatan bisnis berkelanjutan.
Penghargaan ini menutup rangkaian upaya Indodax dalam memadukan pertumbuhan bisnis dengan pembangunan ekosistem kripto yang inklusif dan sehat.