Strategi investasi usai IHSG trading halt karena pembekukan MSCI

Muamalat.co.id  JAKARTA. Pengumuman penyedia indeks, MSCI tentang membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah hingga terjadi trading halt. 

Pada perdagangan Rabu (28/1), IHSG ditutup koreksi 7,35% ke level 8.320,55 atau turun 659,67 poin. Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 6,17 triliun di sepanjang hari. 

Pengamat Pasar Modal dan Ekonom Bright Institute Yanuar Rizky menilai sebenarnya isu mengenai free float saham ini bukan hal yang baru. Namun yang menjadi perhatian mengapa MSCI baru mempermasalahkan hal tersebut.

Imbas Trading Halt, Perdagangan Dibekukan 30 Menit! Cek Jam Pembukaan IHSG

Dia mencermati sebenarnya ada pola perubahan investasi yang dilakukan oleh penyedia indeks itu dan para fund manager besar. Menurutnya sejak Maret 2025, para hedge fund sudah memasang posisi short. 

“Ini terkait dengan kepentingan rebalancing dalam berinvestasi di Indonesia, di mana pada Maret 2025 profil investasi di Indonesia berubah dari long menjadi short,” kata Yanuar kepada Kontan, Rabu (28/1). 

Yanuar mengatakan dengan posisi short ini, para pengelola dana jumbo lebih mengandalkan volatilitas pasar dan mengincar capital gain ketimbang investor long term yang mengandalkan dividend yield. 

Bukan tanpa alasan, posisi short yang dipasang oleh para pengelola dana itu berkaitan dengan ketidakpastian global. Sedangkan posisi long lebih mengandalkan stabilitas dan kepercayaan terhadap dunia usaha. 

IHSG Anjlok 8%, BEI Lakukan Trading Halt

Hal ini dilakukan oleh para pengelola dana karena harus memberikan imbal hasil yang memuaskan kepada investor. Ketika bisnis seluruh dunia lesu, potensi dividend kecil, maka capital gain yang bisa menjadi harapan. 

“OJK harus memainkan perannya sebagai otoritas. Sebagai bagian dari perlindungan investor, OJK bisa melakukan konstruksi apakah ada potensi terjadi transaksi semu saat IHSG tembus 9.000 dan akhirnya terkoreksi dalam,” ucap Yanuar. 

Di tengah fluktuasi pasar saham ini, Yanuar menyarankan investor untuk mencari keuntungan lewat capital gain. Menurutnya, menjadi trader bisa dilakukan dengan catatan investor harus punya ilmu yang mumpuni. 

IHSG Jatuh 8% Picu Trading Halt, Peralihan ke SBN Dinilai Tak Masif

“Saat ini rasanya bukan saat yang tepat untuk menjadi investor dengan time horizon jangka pandang. Namun kalau sudah punya ilmu transaksi jangka pendek, silakan manfaatkan,” jelasnya. 

Leave a Comment