BI Serap SBN Rp289,9 Triliun, Mayoritas dari Debt Switching dengan Pemerintah
Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.
Lelang perdana BI-FRN menarik penawaran Rp2,82 triliun, namun BI hanya menyerap Rp767 miliar. Ini mencerminkan minat tinggi dan selektivitas BI dalam harga.
Bank Indonesia menyerap Rp767 miliar dari lelang perdana BI-FRN dengan margin pemenang 0,78%, bertujuan mengembangkan pasar OIS dan reformasi suku bunga.
Bank Indonesia akan menerbitkan BI-FRN, surat berharga suku bunga mengambang, pada 17 November 2025.
Redenominasi rupiah bukan kewenangan Kemenkeu, tetapi BI. RUU Redenominasi ditargetkan disahkan 2027, dengan pelaksanaan bertahap dan keputusan akhir di tangan Presiden.
BI mendampingi petani Padang Panjang siapkan panen raya cabai 2026, memanfaatkan kondisi alam subur dan harga cabai yang menguntungkan
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% pada Oktober 2025 untuk menjaga stabilitas rupiah, meski The Fed memangkas FFR. BI fokus pada inflasi stabil dan tekanan kurs.
BI dan pemerintah berencana mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR.
Bank Indonesia akan menerbitkan BI-FRN pada 17 November 2025 untuk mendukung pengembangan OIS dan reformasi suku bunga acuan domestik.