BI DKI targetkan pertumbuhan ekonomi Jakarta 4,8%-5,6% pada 2026
Bank Indonesia DKI Jakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,8%-5,6% pada 2026, didukung inflasi terkendali, konsumsi rumah tangga, investasi, dan proyek infrastruktur.
Bank Indonesia DKI Jakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,8%-5,6% pada 2026, didukung inflasi terkendali, konsumsi rumah tangga, investasi, dan proyek infrastruktur.
Bank Indonesia menyuntikkan Rp397,9 triliun ke perbankan awal 2026, hampir dua kali lipat dana pemerintah. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan suku bunga kredit.
BI dan Pemprov Jabar targetkan pertumbuhan ekonomi 5,5% di 2025 dengan fokus pada sektor pariwisata, otomotif, dan properti melalui berbagai stimulus dan sinergi.
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Jakarta tumbuh 4,6%-5,4% di Q4 2025, didorong oleh peningkatan konsumsi saat Natal dan Tahun Baru serta dukungan sektor kreatif.
Ekonomi DKI Jakarta tumbuh 4,96% pada kuartal III/2025, didorong konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah.
Bank Indonesia menurunkan suku bunga menjadi 4,75% untuk mendorong likuiditas dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini diharapkan memudahkan kredit dan meningkatkan konsumsi.
BI optimis ekonomi 2025 tumbuh di atas 4,6-5,4% didorong ekspor dan belanja pemerintah, meski konsumsi masih lemah.
Bank Indonesia Jakarta menyatakan fenomena Rojali & Rohana tidak berdampak besar pada ekonomi Jakarta. Apa alasannya?
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,12% diyakini bisa memberikan katalis positif kepada pasar saham, yang sempat lesu pada awal tahun ini.