Spin Off Fiber Optik Telkom: Saham TLKM Langsung Meroket!
Telkom Indonesia mengumumkan spin-off bisnis fiber optik ke TIF senilai Rp35,78 triliun, mendorong saham TLKM naik 9,86% dan memperkuat posisi di sektor konektivitas.
Telkom Indonesia mengumumkan spin-off bisnis fiber optik ke TIF senilai Rp35,78 triliun, mendorong saham TLKM naik 9,86% dan memperkuat posisi di sektor konektivitas.
IHSG diproyeksi rebound pada 16/10/2025, fokus pada saham EMTK, TLKM, dan ACES. IHSG masih di atas level 8.000, meski koreksi berlanjut.
BRI Danareksa rekomendasikan saham BBCA, TLKM, INCO, dan AADI untuk Oktober 2025, dengan fokus pada sektor bank, telekomunikasi, dan komoditas.
Penguatan IHSG didorong saham teknologi, transportasi, dan konsumsi. GOTO, CPIN, hingga CDIA menjadi kontributor penguatan indeks.
Indeks Bisnis-27 dibuka turun 0,10% ke 523,71, meski saham ASII, BRPT, PGAS menguat.
Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi tembus 8.246 pada 2025 dengan saham unggulan di sektor otomotif, energi, teknologi, dan konsumer.
Pasar saham Indonesia mulai mencatatkan arus masuk dana asing di tengah kinerja kinclong indeks harga saham gabungan (IHSG).
Saham TLKM diminati investor asing karena efisiensi anak usaha. TLKM merampingkan anak usaha untuk memperkuat keuangan dan meningkatkan minat investor.
BRI Danareksa merekomendasikan saham BBCA, TLKM, ISAT, dan INCO saat kepemilikan asing menurun, membuka peluang investasi di sektor perbankan dan komoditas.
Indeks Bisnis-27 naik 0,07% ke 517,24 meski IHSG turun 0,21% ke 7.869,59. Saham CPIN, BMRI, dan lainnya mendukung kenaikan, sementara IHSG melemah.