Purbaya kerap senggol BI saat ekspansi fiskal dinilai tekan kebijakan moneter
Ekspansi fiskal 2025 dinilai menekan kebijakan moneter BI, memicu ketegangan dengan Menkeu Purbaya. BI harus menjaga stabilitas meski fiskal ‘reckless’.
Ekspansi fiskal 2025 dinilai menekan kebijakan moneter BI, memicu ketegangan dengan Menkeu Purbaya. BI harus menjaga stabilitas meski fiskal ‘reckless’.
Saham teknologi memimpin 2025, sektor konsumer, properti, dan keuangan diprediksi naik pada 2026. IHSG bisa tembus 10.500 dengan stabilitas ekonomi.
IHSG diprediksi menembus 10.500 pada 2026 didorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter longgar. Sektor perbankan dan konglomerasi jadi pendorong utama.
Revisi UU P2SK mengurangi independensi BI, mendorong peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, meski independensi tetap dijaga.
Bank Indonesia semakin terlibat dalam pembiayaan APBN 2025, menyerap Rp289,9 triliun surat utang pemerintah, memicu kekhawatiran tentang independensinya.
Redenominasi rupiah bukan kewenangan Kemenkeu, tetapi BI. RUU Redenominasi ditargetkan disahkan 2027, dengan pelaksanaan bertahap dan keputusan akhir di tangan Presiden.
Rencana redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia dan pemerintah belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Fokus saat ini adalah stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% pada Oktober 2025 untuk menjaga stabilitas rupiah, meski The Fed memangkas FFR. BI fokus pada inflasi stabil dan tekanan kurs.
BI dan pemerintah berencana mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR.
Pemerintah berencana redenominasi rupiah pada 2026. Dampaknya ke pasar saham netral, lebih ke psikologis dan administratif, serta bisa meningkatkan kepercayaan investor.